KARANGASEM, Balifactualnews.com— Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB), tahun ini kembali memberikan jatah rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Karangasem. Hanya saja, eksekusinya masih menghitung anggaran.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM), I Komang Agus Sukasena, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan jumlah PPPK yang akan direkrut karena masih berhitung terhadap anggaran yang akan disiapkan.
“Rekrutmen PPPK tahun ini, pemerintah pusat hanya menanggung gaji pokoknya saja, sedangkan tunjangan lainya harus ada dana sharing dari pemerintah daerah,” ungkapnya.
Menyikapi kondisi itu, lanjut Sukasena, BPKSDM mengawali dengan melakukan validasi, verifikasi PPPK yang akan direkrut termasuk menghitung anggaran yang diperlukan.
“Bukan hanya Karangasem, kabupaten lain yang mendapatkan jatah formasi PPPK juga masih berhitung tentang kesiapan dan kecukupan anggaran yang dimiliki. Terkait rekrutmen PPPK kali ini, kami harus melakukan penghitungan dengan cermat. Tentu dalam penghitungan ini kami melinatkan OPD lainya dan pimpinan,” terangnya.
Rekrutmen PPPK tahun ini, kata Sukasena hanya di fokuskan kepada tenaga guru dari berbagai bidang studi. Sedangkan untuk tenaga kesehatan formasinya belum ada. “Formasi yang sudah pasti baru pada tenaga pendidik. Jumlahnya masih menunggu konfirmasi dari Kemenpan RB dan menghitung kecukupan anggaran yang harus disiapkan,” tandasnya.
Seperti diketahui, tahun lalu tenaga pendidik yang mencari peruntungan sebagai PPPK, banyak yang gugur. Hal ini disebabkan karena banyak pelamar tidak masuk dalam data pokok pendidikan (dapodik).
Para pelamar itu yang berpendidikan guru itu bekerja sebagai tenaga kontrak bukan guru, seperti kantor kedinasan (OPD) di lingkungan Pemkab Karangasem. Minimnya informasi penyertaan dapodik yang dimiliki pelamar kala itu, juga di akui Agus Sukasena.
“Tahun lalu pelamar PPPK tenaga guru banyak yang gugur. Setelah ditelusuri, mereka rata-rata belum masuk dalam dapodik,” ungkap Agus Sukesana kepada Warta Bali, beberapa waktu lalu. (nan/tio/bfn)













