Utama  

Puluhan Ibu Hamil Positif HIV di Jembrana

__________________________________________________________________________

JEMBRANA — Penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana masih terus dilakukan. Selain memperluas Klinik VCT (tes HIV) di seluruh Puskesmas, RSU Negara dan RSU swasta, pencegahan juga dilakukan dengan mewajibkan ibu hamil melakukan tes penyakit termasuk salah satunya HIV/AIDS.

Selama tiga tahun diterapkannya kebijakan pemerintah pusat itu, di Jembrana terdeteksi 44 ibu hamil yang positif. Dan dari hasil tersebut, bisa dilakukan pencegahan dan penanganan pada bayi mereka.

Pada tiga tahun terakhir sejak pemerintah pusat mewajibkan ibu hamil untuk melakukan tes screening, salah satunya HIV, diketahui ada 44 ibu hamil yang positif. Namun dari jumlah tersebut, bayi yang lahir berhasil diselamatkan dan negatif HIV.

Dinas Kesehatan juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga ke banjar terkait HIV/AIDS ini. Dinas mendorong warga masyarakat agar aktif melakukan tes screening di klinik VCT atau mobile VCT.

Upaya pencegahan juga dengan menggencarkan komunikasi informasi dan edukasi (KIE), memperkuat Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN), memperkuat kader desa peduli AIDS serta memperluas jejaring klinik VCT di semua puskesmas dan rumah sakit termasuk Rutan Kelas IIB Negara.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, I Putu Suasta, mengatakan dengan kebijakan mewajibkan ibu hamil melakukan pemeriksaan penyakit seperti yakni tuberkulosis (TB), hepatitis B dan HIV.

“Selama tiga tahun dilakukan pemeriksaan, kita ketahui ada sejumlah ibu hamil yang positif HIV,” jelas Suasta, belum lama ini.

Suasta mengatakan tujuannya untuk pencegahan dan menyelamatkan generasi selanjutnya.

“Dengan diketahui lebih awal, kita bisa melakukan upaya agar tidak menular ke bayi,” ujar Suasta.

Di Kabupaten Jembrana, Dinas Kesehatan memperluas klinik VCT hingga di 14 fasilitas kesehatan (faskes) terutama Puskesmas, RSU Negara hingga RSU Swasta. Ditambah satu konselor yang ditempatkan khusus di Rutan kelas IIB Negara.

Dari data yang dihimpun di Dinas Kesehatan selama kurun waktu 2005-2019 bulan Juni ini ada 1002 orang pengidap HIV/AIDS. Dari jumlah itu, yang diketahui masih hidup 500 orang.

Dan hampir 400 orang meminum obat dan awasi. Sedangkan yang 100 orang lagi belum ditemukan. Terungkap fakta bahwa ada tren meningkat orang yang mengidap setiap tahunnya. (dod/tio)