KARANGASEM, Balifactualnews.com—Pengkab FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Karangasem, bermain-main dalam menghadapi Porprov Bali tahun 2022. Imbas banyak atlet berpotensi peraih medali tak dikirim, membuat Pengkab yang dinakhodai I Made Redana itu pulang dengan tangan hampa, tanpa ada medali yang bisa disumbangkan untuk Karangasem.
Para penggiat pajat tebing di Karangasem kecewa dengan hasil ini. Pasalnya atlet panjat tebing yang dikirim kebanyakan atlet yang baru belajar. Sementara atlet yang ikut PON dan peraih mendali pada Porprov sebelumnya satu pun tidak ada dirurunkan pada ajang olahraga bergensi dua tahunan itu.
Ketua Umum Pengkab FPTI Karangasem, I Made Redana, dikonfirmasi Minggu (26/11/2022), mengakui hasil jeblok yang diraih para atlet panjatnya itu. Menurutnya hasil kurang bagus didapatkan, karena dari 8 altet yang dikirim semuanya atlet panjat yunior.
“Porprov tahun ini kami tidak bisa mengirim atlet senior, mereka tidak bisa ikut karena alasan kerja dan kuliah,” dalihnya.
Pernyataan Redana itu, langsung ditepis salah satu pencita olahraga pencinta alam di Karangasem. Menurutnya manajemen yang tidak bagus dan cendrung lebih mengada-ada, serta pembinaan atlet yang tidak jelas membuat hasil buruk ini tercipta.
“Kalau bagus menajemenya dan tidak mengada-ada, target lima medali emas dari panjat tebing pasti terpenuhi. Tahun ini merupakan masa keemasan atlet panjat tebing Karangasem. Umurnya rata-rata 18-22 tahun. Sayang atlet potensial pendulang medali tidak dimainkan di Porprov,” ucap salah seorang pencita olahraga pencinta alam Karangasem yang menolak namanya untuk disebutkan.
Menurut sumber tadi, biasanya setiap even olahraga baik itu sirkuit dan porseni, atlet panjat tebing Karangasem selalu pulang dengan membawa medali. Tapi akibat pembinaan atlet yang nyeleneh, target medali pada Porprov Bali tahun ini menjadi berantakan.
“Sngat disayangkan, pembinaan atlet yang tidak jelas dan manajemen atlet yang mengada-ada kesempatan emas ini menjadi sirnah. Melihat hasil Porprov sekarang, sudah selayaknya Pengkab FPTI untuk dievaluasi ulang,” tegasnya.
Sekadar diketahui Porprov Bali XII tahun 2017 di Gianyar, FPTI Karangasem berhasil menymbangkan 2 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu. Hasil bagus ini dilanjutkan pada Porprov XIV tahun 2019 di Tabanan, dengan torehan 1 emas, 2 perak dan empat perunggu. (tio/bfn)













