HWDI Bali Tanam Bibit Terumbu Karang di Perairan Tulamben

Lestarikan Ekosistem Bawah Laut yang Inklusi dan Berkelanjutan

Serangkaian peringatan Hari Disabiltas Indonesia (HDI) 2022, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Bali melakukan penanaman bibit terumbu karanga dan tabur bungan di Pantai Tulamben, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Jumat (2/12/2022)

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Bali melaksanakan kegiatan penanaman bibit terumbu Karang di perairan Pantai Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Jumat (2/12/2022).

Kegiatan  dalam upata menjaga menjaga  kelestarian ekosistem bawah laut, juga  diisi tabur bunga untuk mengenang seorang wanita difabel yang meninggal dunia usai melakukan diving di pantai Tulamben bebrapa tahun lalu.

Ketua HWDI Bali, Ni Ketut Leni Astiti, ditemui disela-sela kegiatan, mengatakan, penanaman bibit terumbu karang  di laut Tulamben seranhlaian  Hari Disabilitas Indonesia (HDI) 2022, dengan mengusung tema “Pertisipasi Perempuan Disabilitas dalan Pelestarian Ekosistem yang Inklusi dan Berkelanjutan.

“Penanaman bibit terumbu karang merupakan acara puncak kegiatan HDI  2022. Sebelumnya kami juga  memberikan pelatihan massage untuk teman-teman disabilitas  yang ada di Karangasem,” terang Leni Astiti.

Leni Astiti menambahkan, pihaknya ambil peran  dalam di dalam menjaga kelestarian ekosistem bawah laut,  karena kaum disabilitas juga memiliki peran yang sama dalam  menjaga kelestarian lingkungan dan pembangunan secara berkelanjutan.

“Kami sebagai perempuan penyandang disabilitas,  juga ingin berpartisifasi dalam pelestarian ekosistem yang inklusi dan berkelanjutan,”tegasnya.

Selain dihadiri angota WHDI Bali, penanaman  bibit terumbu karang itu juga dihadiri dari mahasiswa Mapala UNUD, tokoh masyarakat Tulamben dan volunteer difabel, Hari Budiyanto.

Hari Budiyanti, selaku volunteer kaum difabel mengatakan, kaum difabel  selalu  menginspirasi dalam setiap langkahnya, terutama dalam mendalami ilmu tetantang arti kehidupan.

“Saya sangat senang berkecimpung bersama warga penyandang difabel. Karena ketika berkecimpung dengan mereka akan banyak mendapatkan ilmu tentang arti kehidupan.  Sumber energi yang bisa dipetik dari kaum difabel salah satunya motivasi, karena dalam keterbatasannya mereka masih tetap bersemangat menjalani hidup, mandiri,” terangnya.  (tio/bfn)