Persediaan Bek Tengah Bali United Menggelembung

persediaan-bek-tengah-bali-united-menggelembung
Arsitek Bali United Stefano “Teco” Cugurra. Foto : bfn/ist

DENPASAR, Balifactualnews.com – Kuota maksimal yang ditentukan Liga 1 musim yakni 37 pemain kini telah terpenuhi semuanya oleh Bali United. Dari jumlah total pemain itu, Serdadu Tridatu didominasi pemain di posisi bek tengah.

Tambahan I Kadek Arela Priyatna yang naik ke skuad senior menjadikan 8 pemain belakang. Selain Kadek Arel, ada Wellington Carvalho, Ryuji Utomo, I Kadek Dimas Satria, Jajang Mulyana, Leonard Tupamahu, Haudi Abdillah, dan Gunawan Dwi Cahyo. Dengan demikian maka 8 bek tengah, jelas tidak semua pemain bisa dimainkan. Harus ada pemain cadangan.
Spekulasinya, Gunawan Dwi Cahyo, I Kadek Arel Priyatna, dan Komang Tri Arta Wiguna. Gunawan memang jarang dimainkan pasca pulih dari cedera lutut. Sedangkan Kadek Arel baru saja promosi dari Bali United U-20. Sedangkan Komang Tri Arta masih kalah saing dibanding bek lain.

Dengan banyaknya pemain di lini belakang, arsitek Bali United Stefano “Teco” Cugurra tidak memusingkannya. Justru sebaliknya, inilah yang diharapkannya. Teco berjaga-jaga jika seandainya pemain belakang mengalami cedera atau absen karena larangan bermain. “Di posisi ini, bisa ada orang mengalami cedera. Posisi ini juga pemain sering mendapatkan kartu kuning atau kartu merah. Lebih bagus banyak pemain daripada sedikit,” ungkap Teco, Minggu (15/1/2023).

Dirinya juga tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan. Misalnya memakai bek sayap sebagai bek tengah ketika pemain di posisi tersebut harus absen dan tidak ada pengganti lainnya. Hal tersebut justru menjadi bumerang.

Diakuinya, dirinya sudah mengamati di beberapa klub penghuni BRI Liga 1 2022/2023 tanpa menyebutkan klub mana saja. “Terkadang tidak ada center back, klub harus memakai bek kanan atau kiri. Bahkan pakai gelandang bertahan. Saya tidak mau berada dalam situasi itu dan memilih menambah pemain di bek tengah,” demikian Teco. (ena/bfn)