DENPASAR, Balifactualnews.com – Kendati sudah ada rilis dari PB PBSI jika pra-PON bulutangkis dihelat di Yogyakarta Agustus tahun 2023 mendatang, namun Pengprov PBSI Bali tak gegabah untuk secepatnya menggelar seleksi pebulutangkis untuk menghuni tim pra-PON Bulutangkis Bali. Rancangannya seleksi akan dilaksanakan pada Maret tahun 2023.
Hal ini dilakukan karena keputusan jadwal pra-PON maupun pembagian wilayah utamanya soal batasan usia pebulutangkis di pra-PON maupun PON 2024 dan sistim pertandingannya masih kontroversial. Bahkan Dewan pengawas (Dewas) PB PBSI juga telah melakukan rapat untuk pengajuan perubahan yang menyoroti batas usia dan sistim pertandingan yang kontroversial itu bisa dirubah.
“Kami tunggu saja sampai Maret adakah perubahan tentang semua itu atau tidak. Apalagi penentuan pra-PON itu yang harusnya diputuskan dalam Kelompok Kerja (Pokja) dengan melibatkan Dewas dan pengprov PBSI sesuai amanat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sebelumnya tak diakomodir. Tiba-tiba muncul keputusan pra-PON yang akhirnya memunculkan kontroversi,” kata Wayan Winurjaya saat dikonfirmasi di Denpasar, Kamis (16/2/2023).
Dasar itulah yang membuat PBSI Bali belum menggelar seleksi, karena dikhawatirkan jika digelar seleksi lebih cepat dan sudah ada hasil, ternyata tiba-tiba kemungkinan ada perubahan. Maka akan berdampak pada hasil seleksi utamanya terkait batas usia pebulutangkis.
“Jadi kami sabar saja menunggu jika memag tidak ada perubahan atau mungkin ada perubahan, maka Maret setidaknya akan kami gelar seleksi pebulutangkis untuk tim pra-PON. Kalau kami siap saja kapanpun untuk seleksi asal semunya sudah tidak ada perubahan aturan pra-PON. Dan pastinya kami akan konsentrasi untuk merekrut pebulutangkis putra dan putri hasil seleksi yang merupakan terbaik di Bali,” pungkas Winurjaya. (ena/bfn)













