Kelelahan Hadapi RGS, Pemain Fortuna Dilarikan ke Rumah Sakit

Laga semi final  yang mempertemukan tim bola voli RGS  melawan Fortuna, Desa Ababi, Kecamatan Abang di lapangan indoor GOR Gunung Agung, Amlapura, Jumat (16/6/2023), malam,  berlangsung dramatis.
Dngan bantuan oksigen, Gede Jrana Jaya dibopong tim medis menuju ambulance untuk dievakuasi ke RSUD Karangasem.

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Laga semi final  yang mempertemukan tim bola voli RGS  melawan Fortuna, Desa Ababi, Kecamatan Abang di lapangan indoor GOR Gunung Agung, Amlapura, Jumat (16/6/2023), malam,  berlangsung dramatis.

Laga yang menjadi ajang pembalasan RGS itu  berlangsung cukup panjang (lima set) dengan durasi waktu lebih dari dua jam.  Kedua tim sama-sama saling mengalahkan, namun pada game kelima RGS harus mengakui keunggulan sang juara bertahan dengan kekalahan 2:3.

Kemenangan Fortuna harus dibayar mahal. Seorang  speakernya, I Gede Jrana Jaya,  terpaksa dilarikan ke RSUD Karangasem.  Speaker dengan nomor punggung 4 ini pingsan dan kehabisan oksigen setelah timnya berhasil membukukan kemenangan untuk melaju ke final.

Laga semi final  yang mempertemukan tim bola voli RGS  melawan Fortuna, Desa Ababi, Kecamatan Abang di lapangan indoor GOR Gunung Agung, Amlapura, Jumat (16/6/2023), malam,  berlangsung dramatis.
Dua pemain RGS tak mampu memblok smash keras dari speaker Fortuna

Tim Medis yang bertugas dalam laga semifinal itu bergerak sigap dan dengan cepat memberi bantuan oksigen. Jrana  Jaya   di diagnose kelelahan. Sempat siuman, tapi karena  kondisinya tak kunjung membaik,   panitia bersama tim medis langsung membawa smasher Desa Ababi itu ke RSUD Karangasem.

Ariawan, salah seorang tim official Fortuna, mengatakan, anak asuhnya itu mengalami kelelahan karena  durasi permainan memakan waktu yang cukup panjang. “Dia bekerja di Denpasar, menghadapi laga ini dia harus PP Denpasar-Karangasem. Sekarang kondisinya sudah membaik dan laga final nanti dipastikan sudah bisa bermain lagi,” kata Ariawan.

Ketut Macan,  salah seorang pengurus Pengkab PBVSI Karangasem, mengatakan,   penonton yang memenuhi  lapangan indoor GOR Gunung Agung, membuat sirkulasi udara menjadi tidak bagus dan penat.

“Kehadiran penonton di luar ekspektasi. Penonton benar-benar membludak. Ini laga semifinal serasa  final. Jangan sirkulasi udara, membludaknya penonton  juga mengganggu jaringan sinyal HP dan membuat eror papan skor pertandingan,” pungkas Macan. (tio/bfn)