KARANGASEM, Balifactualnews.com—Pembangunan ruang UKS dan Lab Komputer di SMPN 3 Bebandem disorot. Pemicunya, pihak sekolah membangun dua ruangan tersebut dekat bantaran sungai Embah Api, yang dinilai sangat rawan bencana banjir bandang.
Sorotan itu muncul karena pihak ITB sudah mengeluarkan kajian bahwa SMPN 3 Bebandem yang berlokasi di Desa Buana Giri masuk dalam zona rawan bencana. Terlebih sekolah itu berdiri dekat dengan sungai Embah Api yang berhulu Gunung Agung.
Menyikapi kondisi itu, DPRD Karangasem segera turun untuk meninjau pembangunan ruang UKS dan Lab Komputer SMPN 3 Bebandem yang pengerjaannya sampai saat ini masih berlanjut.
Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, mengaku sangat mengapresiasi pembangunan fasilitas pendukung sekolah tersebut. Hanya saja, dia mengaku sangat menyayangkan karena dua ruangan yang dibangun itu berjarak 7 meter dari bibir sungai Embah Api.
“Sekilas setelah membaca berita di media, sepertinya ruangan yang dibangun dekat bantaran sungai sangat membahayakan. Untuk memastikannya, kami bersama anggota segera turun untuk mengecek kondisi yang ada di lapangan,” kata Suastika, dikonfirmasi Rabu (26/7)
Suastika menegaskan, peninjauan dilakukan guna mengetahui kelayakan bangunan yang ada, terutama dari sisi keamanan siswa di SMPN 3 Bebandem. “Kami juga ingin mendengar keterangan langsung dari konsultan, terutama terhadap kajian yang digunakan sehingga berani membangun di dekat bantaran sungai,” tegasnya.
Selain memantau pembangunan ruang UKS dan Lab Komputer SMPN 3 Bebandem, Dewan, kata Suastika juga berencana melakukan pemantauan pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Karangasem
Diwartakan sebelumnya, SMPN 3 Bebandem mulai tahun ini melengkapi bangunan gedung untuk ruang UKS dan Lab Komputer. Pembangunan ruang UKS yang di bangun saat ini berjarak sekitar 7 meter dari bibir sungai, sedangkan ruang Lab Komputer berjarak 30 meter dari bibir sungai. (tio/bfn*)













