Utama  

Agak Aneh, Ngemis di Antrian Pemudik, Eh Gunakan KTP Orang Lain

________________________________________________________________________________

JEMBRANA — Arus mudik lebaran mulai membludak sejak Sabtu (1/6/19) lalu. Namun sejak arus mudik mulai terjadi ratusan pengemis baik dari Karangasem dan Jawa mulai beraksi di Gilimanuk. informasi Minggu (2/6/19) para pengemis tersebut selain yang sering beraksi setiap hari di Gilimanuk juga ada yang musiman ketika terjadi antrian arus mudik lebaran.

“Sudah sempat dipulangkan oleh petugas kemarin tapi mereka malah tambah banyak,” kata Dewi salah seorang warga Gilimanuk.

Banyak modus dilakukan oleh pengemis tersebut. Selain memancing pemudik untuk timbul rasa iba dengan mengajak bayi berpanas-panasan juga mengajak banyak anak kecil dan dibilang itu adalah anaknya.


Ada pula yang menggunakan tongkat ketiak di depan pemudik serta berpura-pura berjalan tertatih-tatih di depan orang yang menjadi sasarannya namun saat berjalan sendirian dia bisa berjalan dengan cepat tanpa tongkat.

Mereka banyak beraksi di terminal cargo di Penginuman, Gilimanuk. Salah seorang pengemis yang memakai tongkat ketika diminta menunjukkan KTP nya malah menunjukkan KTP milik perempuan bernama Ni Nyoman Srinadi. Padahal dia seorang lelaki.

“Nama saya Srinadi. Di Karangasem itu kalau kawin nama istri otomatis berubah jadi nama seperti suami,” katanya sambil menunjukkan KTP seorang perempuan bernama Ni Nyoman Srinadi dari Dusun Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem.

Ketika ditanyakan apakah benar dia susah jalan dia menunjukkan bekas jahitan di paha.

“Saya pernah jatuh dan dipasang pen. Jadi jalan pake tongkat. Istri saya juga tidak kuat angkat berat karena kejatuhan batako. Anak saya ada 9 orang. Semua sudah kawin. Jadi saya hidup dari meminta saja,” katanya.

Dalam sehari menurutnya dia mendapatkan Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Kadang juga Rp 45 ribu dari hasil mengemis.

Sementara itu dari pengamatan seorang pengemis perempuan berusaha melihat-lihat sebuah mobil kosong dan ditinggal dalam kondisi kaca terbuka. Cukup lama perempuan dengan menjunjung tas plastik di kepalanya memperhatikan isi dalam mobil.

“Kami disini sejak tiga hari. Tidur di depan toko. Ya biasanya ke Gilimanuk sebulan sekali. Tapi karena orang mudik kami disini sudah hampir seminggu,” kata seorang pengemis mengaku bernama Wayan Keri.


Selain pengemis, pedagang asongan juga banyak yang berjualan diantara antrian pemudik. Sementara petugas yang mendapat informasi kalau ada pengemis yang makin banyak menghimbau kepada para pemudik untuk waspada dan berhati-hati jika meninggalkan kendaraan saat ke kamar kecil dan lainnya. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Disisi lain dari pengamatan antrian kendaraan roda empat memenuhi gang-gang di Gilimanuk. Antrian juga mulai terjadi di terminal cargo Gilimanuk.
Antrian truk dan bus juga terjadi dari depan Masjid Gilimanuk. Minggu siang antrian sepeda motor tampak lengang di luar namun di dalam pelabuhan cukup padat.

“Antrian sepeda motor penuh pada Sabtu malam. Jika siang agak lengang,” kata seorang anggota Polsek Gilimanuk. (dod/tio)