KARANGASEM, Balifactualnews.com – Menjelang penutupan tahun, warga Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, akhirnya merasakan kebahagiaan yang telah lama dinantikan. Pasokan air bersih kini resmi hadir di wilayah yang selama ini kerap mengalami keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar tersebut.
Air bersih merupakan kebutuhan pokok yang menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memenuhinya secara berkelanjutan. Atas kesadaran itu, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par) bersama Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu) membawa angin segar bagi masyarakat Kubu yang telah bertahun-tahun mendambakan tersedianya air bersih.
Realisasi program tersebut dilakukan melalui pengoptimalan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Telaga Waja. Jaringan perpipaan ini memiliki panjang lebih dari 70 kilometer dan melintasi medan dengan kondisi geografis yang cukup menantang. Melalui kerja sama lintas sektor, koordinasi yang intensif, serta dukungan dari berbagai pihak, hambatan teknis yang sebelumnya menghalangi akhirnya berhasil diselesaikan.
Kini, aliran air bersih telah menjangkau empat dusun di Desa Kubu, yaitu Dusun Sambillaklak, Juntal Kelod, Juntal Kaje, dan Dusun Poh Tebel. Bagi masyarakat setempat, momen ini menjadi pengalaman bersejarah karena untuk pertama kalinya mereka dapat menikmati air bersih secara langsung setelah menunggu selama puluhan tahun.
“Sudah sangat lama masyarakat menunggu kehadiran air bersih. Selama ini hanya mengandalkan air hujan, dan di penghujung tahun ini kita patut bersyukur karena harapan itu akhirnya terwujud,” ujar Bupati Gus Par.
Keseriusan Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam memenuhi kebutuhan air bersih juga terlihat dari penanganan Rumah Pintar Muntigunung. Selama hampir 15 tahun, fasilitas tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal akibat kerusakan pompa air. Pada tahap awal, biaya perbaikan diperkirakan mencapai Rp70 juta, namun melalui program CSR PDAM hanya tersedia bantuan sebesar Rp15 juta.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kebutuhan anggaran perbaikan ternyata membengkak hingga hampir Rp300 juta. Tidak berhenti pada keterbatasan dana tersebut, Bupati Gus Par kembali mengupayakan bantuan dari berbagai pihak eksternal. Berkat kolaborasi dan dukungan lintas sektor, proses perbaikan akhirnya dapat diwujudkan dan sumur bor di Rumah Pintar kini kembali menghasilkan air bersih.
Tahapan berikutnya, pemerintah daerah akan memprioritaskan pembangunan jaringan perpipaan agar air bersih tersebut dapat langsung disalurkan ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
Sebagai langkah strategis yang berkesinambungan, Bupati Gus Par menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karangasem telah menyiapkan alokasi anggaran APBD sebesar Rp1 miliar untuk setiap desa. Dana ini difokuskan untuk mendukung penyediaan air bersih hingga ke wilayah terpencil.
Selain itu, Pemkab Karangasem juga menyiapkan solusi jangka menengah dengan memanfaatkan sumber air dari kawasan Danau Kintamani di Kabupaten Bangli. Program ini telah mendapatkan persetujuan dukungan CSR dari Bank BPD Bali dan direncanakan mulai direalisasikan pada awal tahun 2026 untuk mengalirkan air menuju wilayah Kubu.
Pelaksanaan program tersebut akan melibatkan PDAM dalam pembangunan jaringan perpipaan. Skema ini dinilai efisien karena menggunakan sistem gravitasi, sehingga air dapat mengalir ke wilayah yang lebih rendah tanpa memerlukan pompa dan biaya listrik yang besar. Dengan anggaran sekitar Rp1 miliar, pemerintah bahkan berpeluang menghadirkan hingga tiga sumber air baru dari kawasan Danau Kintamani.
Menutup penyampaiannya, Bupati Gus Par mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari para kepala desa hingga tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.
“Apa yang sudah kita bangun bersama mohon dijaga dengan baik. Awasi jaringan pipa agar tidak terjadi kebocoran atau penyambungan tanpa izin, karena hal tersebut dapat meningkatkan biaya operasional dan listrik,” pesannya.
Mengalirnya air bersih ke Desa Kubu menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang signifikan. Melalui semangat Program AGUNG, Pemerintah Kabupaten Karangasem terus berkomitmen menghadirkan layanan dasar yang merata guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah. (bfn)













