KARANGASEM, Balifactualnews.com — Lumpur masih menempel di dinding rumah, perabotan belum sepenuhnya kembali ke tempatnya. Meski air banjir telah surut, rasa cemas belum benar-benar pergi dari rumah-rumah warga di Kecamatan Manggis. Di tiga desa—Gegelang, Antiga, dan Antiga Kelod—warga kini hidup dalam waspada, menanti hujan berikutnya turun.
Camat Manggis, I Putu Eka Tirtana, mengatakan proses pendataan warga terdampak masih terus berlangsung. Satu per satu rumah didata, kerugian dihitung, sementara warga berusaha menata kembali kehidupan yang sempat porak-poranda. “Pendataan masih berjalan, termasuk jumlah rumah dan kerugian warga,” ujarnya, Minggu (14/12).
Lebih dari seratus rumah dilaporkan terdampak. Sebanyak 12 banjar di Kecamatan Manggis merasakan dampak bencana, bahkan longsor turut terjadi di wilayah Ulakan. Bagi sebagian warga, banjir bukan sekadar air yang masuk ke rumah, melainkan kehilangan rasa aman yang selama ini mereka miliki.
Untuk mengantisipasi bencana susulan, koordinasi terus diperkuat. Aparat desa, kecamatan, Polsek, Koramil, hingga relawan bersiaga bersama. “Kami siaga dari tingkat banjar sampai kecamatan. Jika hujan deras kembali turun, kami ingin respon cepat,” kata Eka.
Ancaman banjir dinilai masih terbuka lebar. Sungai Betel yang beberapa waktu lalu meluap disebut menjadi sumber kekhawatiran utama warga. Hampir seluruh pemukiman di sepanjang alirannya terdampak saat banjir bandang terjadi. “Prediksi BMKG, cuaca ekstrem masih berlangsung hingga 18 Desember. Artinya, potensi banjir masih ada,” ungkapnya.
Di tengah ketidakpastian cuaca, warga diimbau untuk tetap waspada. Saat hujan lebat turun, mereka diminta segera mengamankan diri dan keluarga ke tempat yang lebih aman. Barang-barang penting pun dianjurkan diselamatkan sejak dini. “Lebih baik bersiap daripada menyesal,” ujar Eka.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, tim reaksi cepat disiagakan selama 24 jam. Pembersihan lingkungan secara gotong royong akan dilakukan setelah rangkaian upacara keagamaan selesai. “Air memang sudah surut, tapi kewaspadaan tidak boleh ikut surut,” pungkasnya.(tio/bfn)













