KARANGASEM, Balifactualnews.com—Jalan penghubung antar desa di Karangasem banyak yang rusak. Kondisinya semakin memprihatinkan karena pemerintah daerah tak hirau untuk melakukan perbaikan.
Di Desa Bunutan misalnya, jalan kabupaten yang menghubungkan Banjar Lean dengan Banjar Tuba, kondisinya benyah latig dan penuh lubang. Tak ingin jalan tersebut memunculkan korban jiwa, warga setempat secara swadaya memperbaiki jalan yang rusak parah tersebut.
Perbekel Bunutan, Made Suparwata, dikonfirmasi Rabu (3/5), membenarkan hal itu. Dia mengatakan anggaran perbaikan jalan penghubung dua banjar tersebut dilakukan melalui penggalangan dana dari warga dan pihak ketiga sejak beberapa hari lalu dan berlanjut sampai saat ini.
“Kondisi jalan sangat memprihatinkan. Selain mengelupas juga sudah bertanah dan berlubang, serta sudah sering memakan korban Sempat ada sepeda motor terjatuh, hingga patah kaki. Pernah juga ada kendaraan terperosok karena tidak kuat menanjak akibat kondisi jalan banyak yang berlubang,” ungkap Suparwata.
Dikatakan, akses jalan Banjar Lean yang menghubungkan Banjar Tuba sudah rusak sejak beberapa tahun lalu. Panjang jalan yang rusak sekitar 3 – 5 kilometer. “Kemarin warga perbaiki menggunakan pasir dan semen. Jalanan yang berlubang ditambal untuk sementara waktu,”kata Suparwata, seraya berharap jalanan tersebut segera mendapat perhatian dari pemerintah. Mengingat jalanan ini sering dilalui warga saat ke pasar, maupun bersembahyang.
Terpisah, Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Perkim Karangasem, I Wayan Surata Jaya, belum bisa dihubungi. Sebelumnya, bersangkutan, menyebutkan beberapa jalan kabupaten kondisinya rusak. Satu diantaranya jalan di Temukus, Besakih Keca. Rendang. Jalan di Buana Giri Kecamatan Bebandem dan lainnya.
Sekadar diketahui, jalan Kabupaten Karangasem yang kondisinya rusak panjangnya diperkirakan sekitar 239,52 kilometer (19.91 %). Rinciannya, 51.92 kilometer (4.31 %) kondisi jalan rusak ringan dan 187.60 kilometer (15.60 %) kondisi jalan rusak berat. Kerusakan tersebar di 8 Kecamatan. Sedangkan jalan kondisi baik 748,89 kilometer (62.28%), kondisi sedang sebanyak 214,13 kilometer (17, 81 %).
“Jalan yang belum mantap, rusak berat dan rusak sedang, sekitar 19.91 persen. Yang kondisinya baik sekitar 80.1 persen. Tahun 2023 sekitar puluhan kilometer akan diperbaiki,”kata Surata Jaya beberapa waktu lalu.
Jalan kabupaten yang mengalami rusak sedang dan berat tersebar di semua kecamatan. Terutama daerah pelosok seperti Desa Ban, Tianyar Barat, dan lainnya. Kerusakannya beragam, mulai dari jalan retak, berlubang, bergelombang hingga berkerikil dan bertanah. (tio/bfn)













