Angka Stunting di Karangasem Menurun

angka-stunting-di-karangasem-menurun
Bupati karangasem I Gede Dana.
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Bupati Karangasem I Gede Dana terus menginstruksikan Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya untuk bersama-sama menurunkan angka stunting di wilayahnya yang saat ini angkanya masih sekitar 9,6 persen.

Kerja keras yang dilakukan itu membuahkan hasil. Dari 22 persen angka stunting di Karangasem di tahun 2021, tahun 2022 berhasil diturunkan menjadi 14 persen. “Sekarang angka stunting masih lagi 9.6 persen. Mudah-mudahan dalam waktu cepat angka stunting bisa dituntaskan,” kata Gede Dana beberapa waktu lalu di Amlapura.

Senada Gede Dana, Wakil Bupati Wayan Artha Dipa menambahkan, penurunan angka stunting tersebut tidak terlepas dari kerja fokus dan lurus yang dilakukan oleh semua pihak. “Sekarang angka stunting tersisa lagi 9.8 persen dan ini harus segera dituntaskan, tentu dengan penangan berdasarkan data yang jelas,” katanya.

Kadis Kesehatan Karangasem I Gusti Putra Pertama mengatakan, faktor balita mengalami stunting adalah kekurangan gizi, cacingan dan penyakit lainnya. Khusus ibu hamil harus memperhatikan pola makan yang baik agar mendapatkan asupan gizi yang mencukupi. Terutama proses 1.000 hari kehidupan.

“Mencegah stunting, ibu hamil wajib mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah agar bayi di dalam kandungan tumbuh sempurna,”pesannya.

Dia mengatakan, menekan kasus stunting di wilayahnya, Dinas Kesehatan sudah melakukan berbagai program. Mulai dari germas, yakni aktivitas fisik, perilaku hidup sehat, ketahanan pangan dan gizi, pencegahan dan deteksi dini penyakit dan peningkatan kualitas air bersih dan sanitasi lingkungan.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan gerakan intervensi gizi dengan PTM dan pemberian vitamin pada ibu hamil, IMD dan ASI eksklusif.

“Kami juga sudah melakukan penyuluhan mencuci tangan buang air bersih tidak sembarangan. Karena factor itu juga dapat menimbulkan terjadinya stunting. Saat ini kami sedang membuat peraturan bupati tentang gerakan penanggulangan stunting terintegrasi untuk mencegah dan menekan kasus stunting di Karangasem,”pungkas Putra Pertama. (tio/bfn)