Balada Ni Nyoman Domi, Warga Miskin Asal Jembrana yang Hidupnya Memilukan (1)

________________________________________________________________________________

*Makan dari Hasil Memulung, Anak Sakit Parah, Asuh 2 Cucu Yatim


Tatapannya menerawang, sesekali dia mengusap peluh di dahi. Sambil merapikan selimut yang dikenakan anaknya Komang Ardi Mertayasa (30), yang terbaring lemas karena sakit kronis, Ni Nyoman Domi berusaha untuk melepas senyum setiap ada yang datang ke rumahnya. Seperti apa?

_____________________

Kamis (11/4/2019) balifaktualnews.com bersama rombongan Komunitas Relawan Jembrana (KRJ) sempat bertandang ke rumah Ni Domi di Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara. Masuk ke rumah sederhana yang sempit, nenek malang ini sangat tabah menghidupi keluarganya di tengah peliknya ekonomi yang dimiliki.

Dia juga termasuk salah satu warga miskin di Jembrana yang tangguh. Bayangkan ketiadaan ekonomi keluarga, wanita malang ini begitu tabah merawat anaknya yang terbaring lemas di di rumah bertembok batako itu. Bukan hanya itu, sebagai tulang punggung keluarga dia juga harus mengasuh 2 orang cucunya yang yatim.

Suaminya, I Ketut Suelem, sudah lama meninggalkannya menghadap Sang Khalik, akibat sakit keras yang diderita tak bisa disembuhkan. Di tengah ketiadaannya, Domi berusaha untuk menghidupi anak dan cucunya.

“Obatnya komang sudah habis,” celetuk Ni Domi di hadapan relawan kemanusian di Jembrana yang menyambangi rumahnya.

Domi berharap, para relawan kemanusiaan itu bisa bisa mencarikan jalan untuk memudahkan biaya pengobatan anaknya I Komang Ardi Mertayasa yang kondisi tubuhnya terus mengecil akibat sakit menahun yang diderita.

Ni Domi menuturkan, sakit yang diderita Komang Ardi hampir sama dengan sakit yang diderita anaknya yang pertama Putu Artawan. Putu Artawan duluan dipanggil Tuhan karena sakit yang diderita tak bisa disembuhkan.



“Dia sudah dua tahun meninggal. Dari empat anak yang ditinggalkan dua orang saya yang mengasuh, keduanya sudah sekolah di SMP,” tutur Ni Domi, seraya menambahkan, dua cucunya yang lain diasuh ibu kandungnya. Putu Ardani, istri kedua dari Putu Artawan.

Nestapa terus menimpa keluarga malang ini, sepeninggal anak pertamanya, kata Ni Domi, istri keduanya Putu Ardani tubuhnya terus mengurus. Dia berusaha menghidupi kedua anaknya dengan hasil dari memulung.

Dulu sebelum suaminya Ketut Suelem menderita sakit parah, Ni Domi membuka warung kecil-kecilan di rumahnya dan menjual bensin serta angin untung roda kendaraan. Kini usaha kecilnya itu tidak lagi bisa dijalankan. Selain karena tidak ada modal dia juga tidak sanggup menjalankan usahanya itu

Kini pekerjaan sehari-harinya hanya sebagai pemulung barang-barang bekas, hasil yang didapatkan tidak menentu, terkadang per hari dia hanya mendapat hasil Rp 10 ribu.

“Ya, kadang dapat, kadang juga tidak, Tapi seringan tidak dapat, Tapi kami sangat bersyukur karena ada dermawan yang masih peduli dengan keluarga kami untuk memberi bekal cucu kami sekolah,” tutur Domi. (dod/tio)