Bantu Warga Ditengah Virus Corona Merajam

*Bendesa Adat Dukuh Penaban Himbau Warganya Bijak Gunakan Medsos

I Nengah Suarya, Bendesa Adat Desa Adat Dukuh Penaban, Karangasem.

KARANGASEM Balifactualnews.com—Virus corona  yang mulai mewabah membuat  situasi Bali makin genting, tak terkecuali di Karangasem. Situasi akan ancaman keselamatan masyarakat dari pandemi Covid-19 itu, membuat masyarakat mulai linglung. Bahkan saat ini perekonomian masyarakat di kabupaten ujung timur Bali itu mulai  terlihat lesu. Maklum sebagian besar masyarakat disana adalah bekerja di sektor pariwisata, yang sejak sepekan terakhir sudah ditutup pemerintah. Mengantisipasi situasi sulit itu, prajuru Desa Adat Dukuh Penaban, Desa Penaban, Karangasem, terus berupaya memotivasi warganya agar tetap kuat  ditengah  wabah virus corona  yang kian merajam.

Ada hal menarik dilakukan prajuru Desa Adat Dukuh penaban dalam membangkitkan semangat warganya,  agar tidak linglung menghadapi pandemi virus corona.  Sesuai rapat yang dilakukan para prajuru Adat, Kamis (26/3/20) diputuskan untuk memberikan bantuan 10 kg  beras per kepala keluarga.

Bendesa Adat Desa Adat Dukuh Penaban, I Nengah Suarya, Sabtu (28/3/20) mengatakan, bantuan beras tersebut akan dibagikan dalam dua tahap. Pertama pembagian  akan dilaksanakan Minggu (29/3/20), masing-masing kepala keluarga mendapatkan bantuan beras sebanyak 5 kg yang bersumber dari dana sosial LPD dan dana sosial Desa.

Sedangkan pembagian beras hari kedua akan dilaksanakan  Sabtu (4/4/20), prajuru Desa Adat Dukuh Penaban kembali membagikan 5 kg beras kepada warganya. Bantuan ini bersumber dari  dana bunga abadi warga.

“Bantuan beras ini sebagai bentuk motivasi dan saling menguatkan  dalam menghadapi situasi sulit seperti sekarang,” ucap Suarya seraya menambahkan, bagi warganya yang  mengalami kesulitan dengan kredit LPD agar berkoordinasi  Bedesa Adat selaku Badan Pengawas LPD.

“Meringankan beban masyarakat, kita juga akan melakukan pengobatan gratis yang rencananya akan dilaksanakan Jumat (03/4/20) mentadang,”  imbuh Suarya.

Suarya juga menghimbau, agar  warga masyarakat Desa Adat Dukuh Penaban untuk tidak panik dalam menghadapi Virus Corona yang sudah semakin mewabah. “Tetaplah tenang. Ikuti arahan, petunjuk,himbauan dan instruksi  pemerintah demi keselamatan dan kesehatan kita semua,” ucap Suarya.

Menyikapi situasi genting saat ini, Suharya juga mengharapkan agar warganya  untuk tidak mengeluh, saling menyalahkan. “Bijaklah menggunakan media sosial. Memposting hal-hal  yang kurang baik terkait situasi saat ini  akan dapat mempengaruhi keadaan kita dan orang lain,” pungkasnya. (tio/son/bfn)