KARANGASEM, Balifactualnews.com—Umat Hindu di Karangasem berbondong-bondong datang ke Pantai Jasri, Kelurahan Subagan, Minggu (21/5) pagi. Kedatangan mereka untuk melukat, serangkaian hari banyu pinaruh, yang dilaksanakan sehari setelah hari raya Saraswati.
Pantauan dilapangan, menyebutkan, umat Hindu mulai bertangan ke pantai Jasri mulai 06.00 Wita. Mereka datang lengkap dengan keluarga sambil membawa canang untuk dipersembahkan di pantai.
Wayan Selamet (30), salah seorang masyarakat asal Gegelang, Manggis, yang tinggal di wilayah Pesagi, Kelurahan Karangasem, menuturkan, bahwa setiap banyu pinaruh dia selalu datang bersama keluarganya ke pantai Jasri untuk melukat. “Setiap banyu pinaruh saya selalu datang ke sini. Selain dekat pantainya juga sangat bersih,” terangnya.
Beda halnya dengan I Made Kama (45), pria asal Lingkungan Galiran, Kelurahan Subagan itu, mengatakan, dia melaksanakan ritual banyu pinaruh bersama istri termasuk juga anak-anaknya.
“Momen tujuh bulanan (210) hari ini tidak pernah saya lupakan untuk datang ke pantai Jasri untuk melaksanakan banyu pinaruh. Suasana pantai selalu ramai, tapi setelah melukat (banyu pinaruh) hati dan pikiran menjadi adem,” terangnya.
Terpisah, Ketua Pengelola Desa Wisata Jasri, I Ketut Alit Sidayasa (56), mengatakan, pantai Jasri selalu menjadi tempat favorit umat untuk banyu pinaruh. Umat yang datang bukan hanya dari Jasri, umat Hindu di luar Lingkungan Jasri, serperti Desa Seraya, dan desa lainnya juga banyak yang datang.
“Mement banyu pinaruh membuat pantai Jasri selalu ramai dikunjungi masyarakat. Kebanyakan dari mereka orang luar Jasri,” terang Sidayasa, seraya menambahkan, masyarakat yang melaksanakan banyu pinaruh ke pantai Jasri hanya dikenakan uang parkir sebesar Rp 2 ribu. (tio/bfn)
