KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pantai Jasri yang terletak di Kelurahan Subagan, Karangasem masih menjadi favorit masyarakat untuk melaksanakan ritual banyu pinaruh (sehari setelah hari raya Saraswati), Minggu (17/12).
Pantauan di lapangan, ratusan warga Karangasem mulai berdatangan untuk melukat ke pantai Jasri sejak pukul 06.00 Wita-09.00 Wita. Mereka datang silih berganti sambil mengajak keluarga masing-masing. Ada juga yang datang bersama rombongan.
Bukan itu saja kalangan anak muda juga ramai menyerbu pantai Jasri untuk melaksanakan ritual banyu pinaruh bersama teman-temannya. Mereka datang untuk melakukan persembahyangan setelah itu ada yang berendam, duduk santai menikmati suasana pagi bersama ombak yang tenang.
Juniasa, (30) yang datang bersama dengan istri mengaku rutin melaksanakan banyu pinaruh di Pantai Jasri. Pasutri ini selalu kepincut datang ke pantai tersebut, selain karena pantainya bersih, ombak pantai di pagi hari juga di nilainya sangat tenang sehingga nyaman aman ketika bermanja di bibir pantai.
“Suasananya sangat sejuk di sini, jadi setelah selesai melukat dan persembahyangan pikiran jadi tenang,” ucap Juniasa.
Hal senada juga disampaikan I Wayan Selamat (31). Pria yang tinggal di wilayah Pesagi, Karangasem itu, mengatakan, dia datang ke Pantai Jasri bukan saat banyu pinaruh saja, saat akhir pekan dia bersama istrinya selalu berkunjung Pantai Jasri. Selain karena lokasinya dekat, pemandangan yang ada disana juga sangat indah.
“Pantai Jasri sudah menjadi tempat favorit saya untuk menghilangkan penat. Sore hari banyak anak-anak berselancar. Saya sangat menikmati suasana ini,” terang Selamat.
Terpisah, Ketua Pengelola Desa Wisata Jasri I Ketut Alit Sidayasa (56), mengatakan, setiap perayaan banyu pinaruh, Pantai Jasri memang selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk melukat (persembahyangan) atau berendam di bibir pantai.
“Masyarakat yang datang bukan dari wilayah Jasri saja, namun dari luar wilayah juga banyak. Sehingga cukup ramai sejak pagi hari sebagian besar mereka datang bersama keluarga,” kata Sidayasa.
Masyarakat yang ingin datang ke Pantai Jasri, lanjut Sidayasa, cukup membayar parkir saja sebesar Rp2 ribu. Setelah itu masyarakat yang datang bisa sepuasnya melakukan aktivitas di pantai, baik sembahyang, mandi, bermain dan yang lainnya. (tio/bfn)













