Utama  

Begini Wajah Kawah Gunung Agung Direkam Citra Satelit 8 Mei 2019

________________________________________________________________________________

KARANGASEM – Citra Satelit berhasil merekam wajah kawah Gunung Agung 8 Mei 2019 lalu, pukul 10.40 Wita.

Kawah tampak jelas melalui citra. Peristiwa pelepasan gas vulkanik yang terlihat konstan terjadi pada beberapa hari belakangan ini. Tanggal 8 Mei pagi, asap gas vulkanik tipis terlihat sangat panjang mengarah ke utara dari kawah Gunung Agung, berlangsung hingga sore hari. Asap vulkanik bertekanan lemah konstan juga masih teramati pada tanggal 9 Mei 2019 dari pagi hingga sore, terbawa angin dominan ke arah barat laut. Sesekali uap air terlihat terkondensasi selama beberapa saat di atas tempat keluarnya gas vulkanik tipis tersebut.

Laporan Elang Erlangga dari pihak Citra Satelit melali WhatsApp, menyebutkan, berdasarkan citra satelit Sentinel SWIR-NIR pada hari tersebut, teramati empat area panas (hotspot) pada pinggiran lava utara-timur, dengan diameter rata-rata 40 meter. Kondensasi gas vulkanik (kemungkinan uap air) juga teramati terbentuk di atas area panas tersebut.



“Kemungkinan besar, empat area panas itu adalah lokasi sumber pelepasan gas vulkanik tipis konstan, yang teramati beberapa hari terakhir. Tidak teramati area panas di kepundan pusat, tenggara, dan area barat daya yang ada pada citra sebelumnya,” jelasnya.

Dijelaskan, resolusi yang relatif lebih tinggi dari citra RGB True Color (GSD 10 meter) dibandingkan citra SWIR NIR (GSD 20 meter), memungkinkan untuk dilakukan pengamatan perubahan morfologi secara kualitatif. Pada bagian pinggiran lava (lava front) barat daya, “tonjolan” yang biasanya teramati pada citra sebelumnya, terlihat sudah berubah. Penyebab berubahnya bentuk pinggiran lava masih belum jelas. Perubahan bisa jadi diakibatkan erupsi-erupsi yang terjadi beberapa kali, atau terjadi runtuhan minor pada pinggir lava.

“Runtuhan kecil ini kemungkinan ada hubungan dengan hilangnya titik panas pada wilayah yang sama,” katanya.

Disebutkan, Pada citra True color juga terlihat area puncak sekitar kawah berwarna lebih abu-abu pucat, akibat deposit abu vulkanik yang mengering.

“Maaf jika citra ini dirilis terlambat karena ada masalah koneksi internet, dan berbagai kegiatan lapangan. Rekomendasi berdasarkan analisis multiparameter tetap ikuti arahan dari PVMBG,” pungkas Elang Erlangga. (rus/tio)