Berhasil Alirkan Air Bersih ke Desa, Perbekel Sukadana Banjir Pujian Masyarakat

 

Mewakili Gubernur Bali I Wayan Koster, Kepala BPSDM Provinsi Bali I Gede Darmawa  bersama Ketua DPRD Karangasem  membukan kran Pam Desa Reservora Banjar Bukit, Desa Sukadana,  Sabtu (18/720), menandai  air dari Pam Desa itu sudah bisa dinikmati masyarakat Desa Sukadana. Pembukaan  keran Pam Desa ini disaksikan Peberkel Sukadana, I Gede  Sauardana (tengah) dan masyarakat lainnya. (foto: ist)

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Perbekel Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem,  I Gede  Suardana, viral di media sosial.  Kepiawaiannya dalam mengelola dana desa dan  kemandiriannya membangun fasilitas air bersih di desanya,  membuat sosok mungil ini banjir pujian dari masyarakat termasuk juga Gubernur Bali I Wayan Koster.

Pujian tersebut tak berlebihan. Pasalnya, Desa Sukadana yang berada di wilayah berbukit nan tandus, kini masyarakatnya sudah  bisa menikmati air bersih, tanpa harus menunggu aliran air proyek Telaga Waja yang diprogramkan pemerintah.

“Penantian yang cukup panjang, astungkara kami sekarang sudah bisa menikmati air minum  dari desa. Memang belum mengalir sampai ke rumah, tapi dengan adanya reservoar Pam Desa yang dibangun di Banjar Bukit,   sangat meringankan beban yang sudah  bertahun-tahun kami rasakan,” ucap Nengah Siem, salah seorang warga dari Banjar Lebah, Desa Sukadana.

Sebagai masyarakat biasa, Siem sangat  memuji program skala prioritas yang dibuat Pemerintah Desa Sukadana  itu. Bukan itu saja, dia juga mengaku salut dengan perjuangan yang dilakukan Peberkel Sukadana, I Gede Suardana  dalam memberikan pelayanan air bersih  kepada masyarakat Sukadana.

Berita terkait : Gubernur Apresiasi  Kemandirian Desa Sukadana Bangun Fasilitas Air Minum

“Bukan karena adanya dana desa saja, Pak Perbekel juga merelakan lahannya  digunakan hak guna pakai dalam  pembangunan reservoar Pam Desa di Banjar Bukit,” ucap Siem.

Senada dengan Siem, Ketua BPD Desa Sukadana  I Nyoman Putu Binarsa, menambahkan, selain merelakan lahannya dijadikan hak guna pakai pembangunan reservoar, Perbekel I Gede Suardana juga menghibahkan satu unit gardu listrik  berkekuatan 97.000 watt. Listrik berkekuatan sebesar itu, kata Binarsa untuk kepentingan pengisian air reservoar  Banjar Bukit  yang dibangun  diatas ketinggian 330 mdpl, menggunakan dana desa sebesar Rp 1.291.151.000.

“Pak  mekel berbuat seperti ini, murni karena  rasa jengah agar masyarakat Desa Sukadana bisa mendapatkan air bersih secara layak,” ucapnya.

Dejelaskan  reservoar Pam Desa yang dibangun di Bukit,  memiliki daya tampung 750 kubik dan mampu  melayani 987 KK  dari tiga banjar yang ada diwilayah Desa Sukadana bagian atas. “Air di reservoar Bukit  debitnya 12 kubik per jam. Artinya dengan kapasitas tampung yang dimiliki, pengisiannya memerlukan waktu 3 hari,” jelasnya.

Keberhasilannya dalam  membangun  tiga resevoar Pam Desa, tidak membuat Gede Suardana membusungkan dada. Malah sebaliknya  dengan rendah hati dia mengatakan, bahwa semua itu  bisa terwujud  berkat semangat dan antusias masyarakat.

“Awalnya banyak yang menyangsikan  reservoar ini akan bisa terwujud, mengingat kondisi giografisnya sangat tidak memungkinan. Tapi berkat doa masyarakat dan kerjasama semua pihak akhirnya Pam Desa di Banjar Bukit, sekarang sudah bisa dinikmati masyarakat,” ucap Suardana, seraya menambahkan, keberhasilan  ini merupakan hasil karya nyata dari  Pemerintahan  Desa Sukadana, doa dari masyarakat, dan bukan hanya keberhasilan seorang Gede Suardana selaku Peberkel di Desa Sukadana. (tio/son/bfn)

Baca juga : Sertifikat New Normal Datang, IHGMA Langsung Kunjungi Museum Pustaka Lontar