Bupati Artha Resmikaan Bedah Rumah SHU SPP Tunas Bersemi

________________________________________________________________________________

JEMBRANA — Bupati Jembrana I Putu Artha, meresmikan Bedah Rumah SHU BUMDesa Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Tunas Bersemi Kecamatan Pekutatan, Jumat (21/6/19). Peresmian secara simbolis dengan penyerahan duplikat dan pengguntingan pita, disaksikan langsung ketua Badan Kerjasama Antar desa (BKAD), I Made Suardana, Camat Pekutatan I Wayan Yudana serta para pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Ketua BKAD, I Made Suardana mengaku, bedah rumah yang diresmikannya ini merupakan bantuan yang bersumber dari SPP tahun buku 2018. Tahun ini katanya yang diberikan 2 KK miskin yang ada di kecamatan Pekutatan yakni, I Nyoman Juliarta (34) di Dusun Serong, Desa Gumbrih serta I Nyoman Riata Dusun Swastika, Desa Pangyangan kecamatan Pekutatan.

Suardana juga mengatakan, sampai tahun 2019 pihaknya telah merealisasikan bantuan bedah rumah ke setiap kk miskin di Kecamatan Pekutatan sebanyak 10 unit. “Setiap tahun kita berikan bantuan sebanyak 2 unit rumah senilai Rp 30 juta. Itu diambilkan dari SHU simpan pinjam perempuan setiap akhir tahun buku,” ungkapnya.


Mantan Perbekel Pangyangan ini juga mengatakan, dilihat dari wujud dan kwalitas bangunan sudah cukup baik dan kwalitasnya terjamin. “Meskipun kami bantu hanya sebesar Rp 30 juta sesuai SHU setiap akhir tahun buku itu, namun penerima manfaat selalu menambahnya melalui swadaya. Untuk ini saja mereka berswadaya Rp 15 juta. Sehingga rumah yang sebelumnya dibangun dengan dua kamar kini mereka bisa menambahnya menjadi 4 kamar, “paparnya.

Sementara Bupati I Putu Artha, sangat mengapresiasi upaya BKAD telah memberikan bantuan berupa bedah rumah kepada kk miskin di kecamatan Pekutatan. Artha juga menyampaikan terimakasihnya kepada BKAD yang telah membantu pemerintah Kabupaten Jembrana dalam upaya mengentaskan kemiskinan. “Masyarakat kita di Jembrana khususnya mereka yang tergolong KK miskin masih banyak yang berkeinginan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. Meski demikian, saya tidak ingin mendengar ada KK miskin justru menolak mendapat bantuan seperti ini lantaran dianggap nilainya masih terlalu kecil dengan harapan mendapat bantuan yang lebih tinggi, “kata Bupati Artha.

Artha juga minta, bantuan yang diterima akan lebih bermanfaat bagi penerima manfaat jika dilakukan dengan swadaya. “ Bantuan ini hanya sebesar Rp 30 juta. Kalau dilihat dari wujud bangunan yang diresmikan ini saya perkirakan senilai Rp 50 juta. Ini tentu bentuk nilai tambah karena dibangun dengan swadaya. Selain wujud bangunannya akan lebih baik juga dari sisi kwalitasnya tentu akan lebih terjamin, “pungkasnya. (dod/tio)