Bupati Gede Dana Prihatin Maraknya Peredaran Narkotika di Karangasem

banner 120x600

*Ajak Para Tenaga Pendidik Aktif Gencarkan Penyuluhan di Sekolah Sekolah.

Bupati I Gede Dana.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Maraknya Peredaran Narkotika khususnya jenis Sabu-sabu di Karangasem membuat prihatin dan khawatir Bupati Gede Dana. Kekhawatirannya tersebut sangat mendasar, mengingat akhir-akhir ini banyaknya para pelaku barang terlarang itu yang ditangkap petugas. Bahkan ada pelaku yang masih duduk di bangku sekolah.

Saat Kabupaten yang dipimpinnya sedang melakukan perbaikan disegala sisi, Bupati Gede Dana yang juga Ketua DPC Partai PDI Perjuangan Karangasem ini, mengingatkan dan mengajak tenaga pendidik (guru) di wilayahnya untuk lebih gencar melakukan penyuluhan dan pembinaan terhadap para siswa sekolah.

Hal itu diungkapkan Bupati Gede Dana saat membuka Pelatihan Kader Penyuluh Pekat (Penyakiti Masyarakat) Kabupaten Karangasem di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga, Jalan Veteran Amlapura, Selasa 18 Mei 2021.

Selain Bupati, kegiatan yang dilsaksanakan selama dua hari itu, juga dihadiri Sekda I Ketut Sedana Merta, Kasat Narkoba Polres Karangasem Iptu Dewa Oka, perwakilan guru-guru dari SMK dan SMA, serta instansi terkait lainnya.

“Penyakit masyarakat seperti Narkotika, minum-minuman alkohol, dan sek bebas, sangat perlu diwaspadai. Juga berikan sosialisasikan kepada kepada kalangan pelajar yang usianya masih labil. Penyuluhan tentang penyakit masyarakat ini sangat bagus, dan saya berharap tenaga pendidik nanti bisa menjelaskan dan membimbing anak didiknya,” tandas Bupati Gede Dana.

Sementara itu Kepala Kesbalimaspol Karangasem, Kanginan Subandi, mengatakan, pelatihan kader penyuluh penyakit masyarakat itu melibatkan 20 tenaga guru dari SMK dan SMK se Karangasem. Ditambahkannya, kegiatan tersebut di laksanakan dalam upaya mencegah bahaya laten peredaran Narkotika dan penyakit masyarakat lainnya yang mulai menyasar anak-anak muda usia pelajar SMA dan SMK.

“Targer sasarannya adalah siswa didik, mereka yang masih usia labil, agar tidak mudah terpapar Narkotika, prilaku seks bebas, dan minum-minuman keras.” ujar Subandi yang juga sebagai pengagas kegiatan tersebut. (*ger/bfn)