Dapur dan Tempat Penyulingan Arak Terbakar

Dapur milik Nengah Togog (62) yang ada di Bukit Abah, Banjar Dinas Pakel, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem ludes terbakar
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Nasib apes menimpa I Nengah Togog (62). Saat dia dan keluarganya tertidur lelap, dapur dan tempat penyulingan (pembuatan) arak tradisional ludes terbakar, Rabu (1/2/2023)

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran yang terjadi, pukul 01.00 dini hari, membuat warga Bukit Abah, Banjar Pakel, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, semburat keluar rumah. Tidak ada korban jiwa dalan kejadian itu.

Pihak kepolisian Polsek Manggis yang turun melakukan olah TKP menduga, kebakaran dipicu karena arus pendek listrik yang terjadi di rumah korban. “Tidak ada sabotase, kebakaran dapur dan tempat penyulingan arak dipicu karena terjadi arus pendek di rumah korban,” ucap Kapolsek Manggis AKP I Ketut Suarmawa.

Korban I Nengah Togog masih syok menghadapi musibah yang dialaminya itu. Pasalnya kebakaran tidak hanya membakar bangunan dapur dan tempat penyulingan arak tradisional, semua barang-barang yang ada di dalamnya juga ikut hangus terbakar. Akibat kejadian itu, Togog diperkirakan menderita kerugian ratusan juta rupiah.

“Tak satupun barang berharga yang ada di dapur dan tempat penyulingan arak yang bisa diselamatkan, semuanya habis terbakar,” ungkap Togog.

Togog sendiri mengaku baru tahu dapurnya terbakar setelah mendengar ledakan cukup keras di rumahnya. Saat terbangun dia bersama keluarganya mendapati api sudah membumbung tinggi membakar bangunan dapur dan tempat penyulingan arak miliknya.

“Mungkin ini sudah menjadi nasib apes kami. Dari semua barang yang terbakar, alat pembuatan arak yang harganya paling mahal,” ucap Togog tanpa menyebut besaran harga alat penyulingan arak tradisional tersebut.

Sementara itu, kebakaran hebat yang terjadi Rabu dini hari itu, membuat Keliat Banjar Pakel, Desa Gegelang, I Wayan Sujana membunyikan kulkul bulus karena jarak rumah warga berjauhan. Itu dilakukan agar warga keluar rumah untuk bersama-sama membantu memadamkan api yang masih melahap bangunan dapur I Nengah Togog.
Tak berselang lama dari suara kulkul bulus tersebut, warga berdatangan untuk memberi pertolongan.

Sambil membawa ember, mereka berusaha memadamkan api yang sedang melahap bangunan dapur milik Togog. Api berhasil dipadamkan setelah bangunan dapur dan tempat pembuatan arak beserta barang yang ada di dalamnya hangus tinggal puing.

“Kami sudah berusaha untuk menyelamatkan barang-barang milik korban, tapi minimnya peralatan yang ada membuat upaya pemadaman tidak bisa maksimal,” ucap I Wayan Sujana. (ger/bfn)