KARANGASEM, Balifactualnews.com – Sampah tidak semestinya berakhir sebagai tumpukan. Di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Linggasana, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, pengelolaan sampah mulai diarahkan pada proses pemilahan agar sampah yang masih memiliki nilai guna tidak seluruhnya menjadi residu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem, I Made Wiguna, Jumat (30/10) memantau langsung proses pemilahan sampah di TPA Linggasana. Pemilahan dilakukan dengan memisahkan sampah plastik dan sampah organik.
Menurut Wiguna, pemilahan menjadi bagian penting dalam mengurangi beban TPA sekaligus membuka peluang agar sampah dapat dimanfaatkan kembali.
“Sampah sebenarnya bukan hanya sesuatu yang harus dibuang. Kalau sejak awal sudah dipilah, mana yang plastik dan mana yang organik, pengelolaannya menjadi lebih mudah. Yang masih memiliki nilai guna bisa dimanfaatkan, sementara sampah organik dapat diolah sesuai jenisnya,” ujar Wiguna dikonfirmasi, Minggu (1/11)
Ia menegaskan, pengelolaan sampah tidak cukup hanya dilakukan di TPA. Perubahan paling penting justru harus dimulai dari masyarakat, terutama dari rumah tangga sebagai sumber awal sampah.
“Edukasi yang paling penting adalah membangun kebiasaan memilah dari rumah. Jangan semua sampah dicampur lalu baru berharap bisa diselesaikan di TPA. Kalau masyarakat sudah memilah sejak dari sumbernya, tentu beban pengelolaan sampah akan jauh lebih ringan,” tegasnya.
Proses tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan sampah bukan hanya persoalan pemerintah. Masyarakat memiliki peran besar dalam menentukan bagaimana sampah diperlakukan sejak pertama kali dihasilkan.
Dengan memilah sampah dari sumbernya, plastik tidak langsung bercampur dengan sampah organik. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi pun berpeluang masuk ke rantai pemanfaatan kembali, sementara sampah organik dapat diarahkan untuk pengolahan yang sesuai.
“TPA bukan tempat untuk menyelesaikan semua persoalan sampah. Ia adalah mata rantai terakhir. Mata rantai pertamanya justru ada di rumah masing-masing: memilah sebelum membuang,” tandasnya. (tio/bfn)
