Petugas Pelsek Bebandem dan suasana rumah duka
KARANGASEM, Balifactualnews.com—Warga Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem, digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan salah seorang warga bernama I Wayan Suta. Dugaan sementara korban nekat menyudahi hidupnya karena menderita depresi akut.
Kapolsek Bebandem AKP I Wayan Gede Wirya dikonfirmasi, Minggu (27/3/2022) membenarkan kejadian naas pada Jumat (25/3/2022) pagi itu. Dia mengatakan, buruh harian lepas itu melakukan aksi bunuh diri dengan cara gantung diri pada iga-iga bambu kamar tidurnya, menggunakan seutas selendang kain warna biru.
“Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat perlakuan orang lain. Korban meninggal dunia murni karena gantung diri,” terang Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Aipda I Gede Alit.
Peristiwa naas itu, kata Kapolsek, pertama kali diketahui tetangga korban bernama Ni Made Wati. Pagi itu, sekitar pukul 07.30 Wita, saksi Wati datang ke rumah korban hendak menggiling beras. Sayangnya, saat dipanggil-panggil sang empunya rumah tidak ada yang menyahut.
Petugas Polsek Bebandem melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban dari tiang gantungan
Dari tempat penggilingan beras, saksi Wati sempat menoleh kearah kamar korban yang sedikit terbuka. Saat itu, korban dilihat seperti sedang berdiri, namun tidak menyambut panggilannya.
Penasaran, saksi Wati lantas mencari kakak kandung korban I Gede Widiarta yang rumahnya bersebelahan dengan rumah korban. Sampai disini, baik saksi maupun Widiarta belum mengetahui kalau korban gantung diri.
Tiba di rumah adiknya, Gede Widiarta langsung menyalakan mesin penggilingan untuk menggiling beras milik saksi Wati. Saat sedang menggiling beras, Widiarta menoleh ke arah pintu masuk kamar korban dan melihat posisi korban dalam keadaan berdiri, namun kakinya tidak menyentuh tanah (lantai).
Widiartha terlihat sedikit panik dan bergegas mendekati kamar korban. Saat pintu kamar dibuka lebar, dia mendapati adiknya sudah terbujur kaku tak bernyawa. Kejadian itu lantas dilaporkan ke Polsek Bebandem.
“Korban meninggal dunia murni karena gantung diri dengan ciri-ciri pada leher terdapat bekas jeratan dengan lebar 4 cm, kedalaman jeratan 2 cm, kemaluan keluar cairan sperma, lidah menjulur dan dari dubur keluar kotoran,” terang AKP Wirya.
AKP Wirya menambahkan, pihak keluagasudah ikhlas menerima kematian korban sebagai musibah, dan menolak untuk dilakukan otopsi. “Keluarga dan saksi-saksi dilapangan menyebutkan, korban hidup menyendiri dan pendiam. 10 tahun lalu pernah mencoba bunuh diri dengan cara melompat ke jurang, tapi gagal karena dapat diselamatkan oleh keluarga. Pihak keluarga telah mengiklaskan kematian korban serta lengkap dengan surat pernyataan,” pungkasnya. (ger/bfn)













