
KARANGASEM, Balifactualnews.com – Terik Matahari tak menyurutkan semangat ratusan warga, mereka mengarak bade tumpang tujuh menuju setra/kuburan sejauh kurang lebih 5 kilometer, di Desa Pedaan Tianyar, Rabu (23/10/19).
Upacara Ngaben Massal ini dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Penentuan hari untuk Upacara Ngaben pun tidak selalu sama, tergantung keinginan masing-masing keluarga besar atau dadya. Seperti Upacara Ngaben Massal yang dilaksanakan hari ini, dilaksanakan oleh Dadya Pasek Celagi, Br Moncol, Desa Pedaan, dusun Tianyar Tengah, Kubu. ada sekitar 49 sawa yang diangkat untuk disucikan dalam upacara Pitra yadnya ini.
Sawa adalah sebutan dari simbol yang dibuat menyerupai manusia dari mereka yang sudah meninggal, dimana simbol ini terbuat dari daun enau atau ental. Sawa-sawa inilah yang di upacarai.
Salah seorang warga setempat yang ikut melihat prosesi Ngaben Massal tersebut, I Nyoman Setia mengatakan bahwa Upacara Ngaben Massal kali ini mungkin yang paling besar.
“Ngaben Massal hari ini besar dan megah. ada bade tumpang tujuh. Mereka ditempatkan bersama dalam salah satu wadah (tempat) Bade itu,” ujarnya.
Waktu menunjukkan jam 11 siang mulailah arak arakan Bade diusung oleh ratusaan warga yang didahului oleh arak arakan petulangan berupa singa. Sampailah Bade dan Petulangan singa merah dan putih yang diarak warga itu di atas kuburan umum warga, kemudian arak arakan berhenti sejenak untuk beristirahat karena jarak tempuh yang cukup panjang.
Dalam masa istirahat itu, para sawa di naikkan ke atas Bade, yang nantinya Bade tumpang tujuh ini diarak kembali menuju setra/kuburan setempat dengan melewati jalanan yang cukup curam.














