KARANGASEM, Balifactualnews.com—Desa Adat Subagan, Kelurahan Subagan, Karangasem, berhadap pemerintah daerah bisa memberikan kontribusi dari penghasilan yang didapatkan Pasar Karangsokong. Harapan itu disampaikan, mengingat Pasar Karangsokong berada di wilayah Desa Adat Subagan.
Bendesa Adat Subagan, Nyoman Rai, mengakui bahwa Pasar Karangsokong dibangun oleh pemerintah daerah. Tapi karena pasar yang dibangun ada di wewidangan Desa Adat Subagan, pihaknya sangat mengharapkan bisa mendapatkan kontribusi, kendati jumlahnya tidak terlalu banyak.
“Kami menginginkan ada kontribusi, karena sejak Pasar Karangsokong dibangun hingga sekarang belum pernah mendapatkan kontribusi. Kami berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian ke Desa Adat Subagan dengan menyalurkan sedikit bantuan dana dari pendapatan yang diperoleh,” ucap Nyoman Rai, Rabu (3/5)
Terhadap keinginan Desa Adat Subagan itu, Nyoman Rai mengaku sudah sempat mengajukan surat ke Disperindag Karangasem yang saat itu masih dijabat I Wayan Sutrisna. Namun, Sutrisna dimutasi ke Disdikpora, permohonan tersebut bila ada tindak lanjutnya sampai sekarang.
“Selama ini pemerintah daerah cukup sering meminta bantuan pecalang ke desa adat saat ada kegiatan di Pasar Karangsokong. Tapi ketika kami minta sedikit kontribusi pemerintah tidak meresponnya,” sungutnya.
Nyoman Rai, menegaskan, bila permintaan adanya kontribusi dari Pasar Karangsokong tidak dipenuhi, pihaknya juga akan berpikir untuk memberikan bantuan pecalang dan bantuan lainnya yang diinginkan pemerintah daerah ketika ada kegiatan di Pasar Karangsokong.
Kepala Disperindag Karangasem, Loka Santika, belum bisa dikonfirmasi berkaitan dengan permohonan kontribusi Pasar Karangsokong yang diajukan Desa Adat Subagan itu. Dihubungi melalui aplikasi WA miliknya hanya terlihat nada memanggil. (tio/bfn)
