Utama  

Dibully Soal Penolakan Pasien, Bendesa Adat Padangbai Jawab Tudingan Netizen

I Komang Nuriada, Bendesa Adat Padangbai, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem. (foto: ist)

KARANGASEM Balifactualnews.com — Eksiden penolakan pasien  dari Nusa Penida yang berlabuh di dermaga rakyat Padangbai, Jumat (18/4/20)  berbuah “kemarahan” warga netizen yang berujung bullyan. Padahal apa yang disangkakan warga netizen itu belum sepenuhnya benar, karena  kejadian sebenarnya tidak seperti yang dituduhkan. Tak mau disudutkan dengan  bulyan netizen, Bendesa Adat Padangbai, I Komang Nuriada, melalui akun facebook pribadinya dengan rinci  mengurai kronologis kejadian tersebut.

Nuriga menuturkan,   pada hari Jumat (17/4/20) sekitar pukul 17.30 Wita tiba-tiba ada boat cepat langsung merapat di Dermaga Rakyat Padangbai,  tanpa ada komunikasi ataupun kordinasi terlebih dahulu dng pihak KSOP Padangbai.

“Saat itu warga yang kebetulan melihat boat tersebut bersandar, langsung menanyakan kedatangannya kepada crew boat, karena  saat itu dilihatnya semua crew boat menggunakan APD lengkap penanganan Covid 19,” jelasnya.

Pertanyaan warga,  kata Nuriada,  dijawab cru boat  bahwa  mereka sedang membawa pasien dari Nusa Penida. Berselang beberapa menit datang sebuah ambulance dan paramedis yg juga menggunakan APD lengkap. Karena itu  warga Padangbai menanyakan kepada sopir ambulance.

“Pak, kenapa pasien tidak diturunkan di Kusamba, kan lebih dekat dng RS Klungkung?” pertanyaan warga langsung di jawab sopir ambulance dengan nada seperti ini. “Kemungkinan di Kusamba ditolak.”

Mendengar jawaban demikian, saat itu warga jadi khawatir dan meminta agar pasien jangan dulu diturunkan karena perlu standar prosedur kesehatan.  Saat itu juga  warga Padangbai menghubungi Ketua Satgas Gotong Royong Covid 19 Padangbai. Setelah Ketua Satgas datang dan berkomunikasi, boat diminta agar mengapung dulu sementara, karena kondisi saat itu warga merasa resah.

Saat itu juga Ketua Satgas  langsung berkoordinasi dengan pihak KSOP dan Kesehatan Pelabuhan,  agar  bisa dibantu untuk penanganan pasien tersebut sesuai protokol penanganan pasien terduga Covid 19,” jelasnya.

Setelah sepakat boat tersebut maunya disandarkan ke Pelabuhan Ferry, berselang 20 menit, boat tersebut sudah langsung balik arah dan pergi meninggalkan Pelabuhan Padangbai.

“Begitu kejadian sebenarnya, kami tegaskan Desa Padangbai tidak  pernah ada menolak pasien diturunkan untuk segera mendapat pertolongan, tetapi dengan situasi saat ini dan tidak adanya informasi serta koordinasi kedatangan pasien tersebut, maka terjadilah penundaan penurunan pasien tersebut,” tegasnya. (ril/tio/bfn)