KARANGASEM, Balifactualnews.com – Terhitung sejak bulan Januari hingga sekarang, kasus rabies di Karangasem mencapai 40 kasus. Melihat semakin meroketnya kasus tersebut, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Distan PP) terus menggencarkan vaksinasi hingga ke pelosok-pelosok desa.
Kepala Dinas Pertanian PP Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, Minggu (21/7), mengatakan, dari 1.485 kasus gigitan anjing yang terjadi hingga saat ini hanya 40 yang dinyatakan positif rabies, namun tidak sampai ada korban meninggal dunia.
“Dibandingkan dengan kasus gigitan yang ada, jumlah kasus yang positif rabies cukup kecil. Tapi kami tetap gencarkan vaksinasi untuk mewujudkan zero kasus rabies,” jelas, Siki Ngurah.
Dikatakan, dari 81.155 ekor populasi anjing saat ini di wilayahnya. Sebanyak 49.222 ekor diantaranya atau 60 persen telah divaksinasi. Targetnya dalam sisa waktu yang ada , seluruh populasi anjing di Karangasem semuanya sudah divaksinasi.
“Vaksinasi yang kami lakukan bertujuan untuk meminimalisir kasus positif rabies akibat gigitan anjing. Kami menghimbau agar masyarakat yang memelihara anjing ketika ada kegiatan vaksinasi massal di masing-masing wilayah proaktif membawa anjingnya untuk divaksinasi,” harapnya.
Pihaknya berharap, kasus rabies di Karangasem terus mengalami penurunan. Sehingga masyarakat menjadi lebih tenang. Sedangkan untuk stok vaksin saat ini masih tersisa sekitar 4.859 dosis dan diperkirakan cukup untuk beberapa Minggu ke depan.
“selama pelaksanaan vaksinasi, kami juga melakukan eliminasi untuk anjing yang sudah tua serta depopulasi. Ini kami dilakukan untuk mencegah tingkat populasi anjing semakin bertambah,” pungkas Siki Ngurah. (tio/bfn)
