Dua Pilihan Tentukan Gamers Pra-PON

Ketua Harian ESI Bali AA Gde Harya Putra
Ketua Harian ESI Bali AA Gde Harya Putra Foto : bfn/ist
banner 120x600

DENPASAR, Balifactualnews.com – Kendati pra-PON Esport gelarannya masih cukup jauh yakni 1 September 2023 dan dilakukan secara online, namun Pengprov ESI Bali kini sudah mulai memikirkan untuk seleksi atlet yang dikirim. Bahkan sesegera mungkin akan dilakukan rapat bersama antara Pegprov ESI Bali dengan anggotanya Pengkab/Pengkot ESI seluruh Bali, guna membahas persiapan seleksi atlet tersebut.

Dijelaskan Ketua Harian ESI Bali AA Gde Harya Putra, kemungkinan akan ada dua sistim perekrutan tim penghuni Esport pra-PON Bali. Bisa jadi akan diadu tim untuk menentukan juara di 5 nomor yang dipertandingkan di pra-PON atau mengambil atau merekrut para gamers terbaik di masing-masing kabupaten/kota.

“Apakah nanti akan diadu masing-masing tim dari kabupaten/kota di Bali dan juaranya mewakili Bali di masing-masing nomor atau kita rekrut gamers teraik dari Bali. Kalau saya lebih cenderung merekrut gamers terbaik di Bali dimasukkan dalam 1 tim. Tapi semuanya akan kami bahas dulu dalam rapat pengurus bersama nantinya,” ujar Harya Putra di Denpasar, Senin (23/1/2023).

Diakuinya, bedanya untuk memilih dengan pilihan merekrut gamers terbaik membutuhkan waktu cukup lama karena harus menyatukan chemistry bermain dan membentuk kekompakan serta komunikasi yang bagus. Setidaknya lanjutnya, untuk membentuk semua itu membutuhkan waktu 3 bulan minimal.

“Belum lagi membutuhkan biaya lumayan karena harus juga merekrut pelatih agar bisa menyatukan kekompakan dan chemistry satu tim. Kalau TC sudah pasti, jika sudah terbentuk tim definitif. Pastinya nanti dalam rapat akan diambil keputusan terbaik dan bagus demi performa bagus tim Bali,” imbuh Harya Putra.

Pra-PON Esport nantinya akan mempertandingkan lima nomor terdiri dari Mobile Legend Bang Bang Beregu, Garena Free Fire Beregu, PUBG Mobile Beregu, Lokapala Beregu dan eFootball PES beregu. (ena/bfn)