Dugaan Korupsi Tribako dan Masker, Elemen Masyarakat Dorong Kejari Karangasem Tingkatkan Penanganan

 

Pengadaan JPS Tribako dan Masker Covid-19 kembali dipersoalkan elemen masyarakat Karangasem

KARANGASEM, Balifactualnews.com-Elemen masyarakat Karangasem dari berbagai profesi, mendorong Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem untuk meningkatkan penanganan dugaan kasus penyimpaangan pengadaan Triboko Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan masker Covid-19 dari Dinas Sosial medio 2019-2020.

Dukungan itu disampaikan, mengingat sejak dugaan kasus itu digulirkan, sampai saat ini belum ada progres  terkait peningkatan penanganan yang dilakukan  korp Adhyaksa di Gumi Lahar itu.

“Jangan hanya sekadar wacana saja, dugaan pelanggarannya sudah sangat jelas, masak dibiarkan begitu saja,” ucap tokoh muda Karangasem I Gusti Eka Mulyawan, Rabu 24 Maret 2021.

Pria yang akrab disapa Gus Wawan itu,menambahkan, kasus dugaan penyimpangan terhadap penggunaan anggaran pemerintah banyak yang belum mendapatkan penanganan dengan baik dari aparat penegak hukum di Karangasem.

Kasus dugaan pengadaan JPS, berupa Tribako Dinas Sosial terkait Covid-19  tahun  2019, misalnya. Pengadaan JPS Covid-19,  itu diduga terjadi ada penyimpangan dalam hal pengadaan. Pengadaan Tribako  tersebut, kata  Gus Wawan  dilakukan lewat penunjukan rekanan  dan tidak melalui tender karena situasi dalam keadaan becana Nasional.  Kenyataan yang ada, sebelum  rekanan ditunjuk malah lebih dulu menaruh  JPS itu di GOR Gunung Agung dan sampai saat ini belum jelas penangannya.

“Saya dengar Tipikor Polres Karangasem sudah sempat melakukan penyelidikan, tapi entah kenapa  kasus yang sudah terang benderang dugaan pelanggarannya sampai saat ini belum ada peningkatan yang berarti,” ucap Gus Wawan.

Senada dengan Gus Wawan, I Wayan Sudiasta juga memberikan dukungan yang sama, agar aparat penegak hukum lebih serius dalam menangani dugaan kasus penyimpangan anggaran di Karangasem.

“Baik pengadaan masker maupun pengadaan Tribako Covid-19,  pihak berwenang seharusnya sudah melakukan pengembangan. Pengadaan Tribako misalnya, rekanan belum ditunjuk, tapi  barangnya sudah ditaruh di Gor Gunung Agung.  Menurut saya ini sangat aneh,” ucap Sudiasta. (das/tio/bfn)