Empat Pejabat Kejati Bali Dapat Promosi Strategi

banner 120x600

________________________________________________________________________________

DENPASAR — Sebanyak empat pejabat Kejati Bali mendapat promosi jabatan strategis di lingkungan korps Adiyaksa setempat, karena dedikasinya yang cukup baik selama bertugas, Jumat (26/4/2019).

Kajati Bali, Amir Yanto di Denpasar, usai melakukan serah terima terima jabatan terhadap Asisten Bidang Intelijen, Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus, Asisten Bidang Pengawasan dan Kajari Karangasem, mengatakan, promosi yang didapatkan pejabat kajati itu juga sebagai bentuk penyegaran pejabat untuk bisa lebih berkembang lagi.

“Mutasi di Kejaksaan suatu hal biasa dari pejabat yang dilakukan promosi ke tempat yang lebih baik,” ujar Kajati.

Seperti misalnya jabatan Asisten Bidang Intelijen yang lama Bayu Adhi Nugroho Arianto dipromosikan menjadi Kajari Jakarta Barat dan pejabat yang menggantikannya adalah Eko Hening Wardana.


Baca :


Kemudian jabatan Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus yang lama Anton Delianto mendapat promosi jabatan baru menjadi Kajari Surabaya dan yang menggantikannya Nyoman Sucitrawan.

Kemudian jabatan Asisten Bidang Pengawasan yang lama Rahman Dwi Saputra mendapat promosi jabatan sebagai Kabag Keuangan di Jampidsus, dimana yang menggantikan Rahman adalah Imanuel Rudy Pailang.

“Kemudian Kajari Karangasem yang sebelumnya dipegang Nyoman Sucitrawan digantikan oleh Joko Budi Darmawan yang sebelumnya menjabat Kabag TU Kejati Jambi,” katanya.

Kajati mengharapkan, para pejabat yang baru bisa bersama-sama seluruh pegawai dapat bergotong royong melaksanakan tugas di Kejati Bali, karena Tahun 2018 Kejati Bali meraih penghargaan predikat zona integrotas wilayah bebas korupsi dan satu-satunya kejaksaan tinggi se-Indonesia yang mendapatkannya.



“Kami akan mencoba agar bisa mendapat penghargaan zona integritas Bitokrasi bersih dan melayani. Tentu saja ekspektasi saya kepada pejabat yang baru cukup tinggi agar bisa segera menyesuaikan diri apa yang ada di Kejati Bali dan masyarakat di Pulau Dewata umumnya dalam upaya membangun Bali,” katanya.

Promosi jabatan ini, dikatakan Kajati, sesuai dengan kebutuhan Kejagung, karena mutasi ini dilakukan secara nasional. (rus/tio)