DENPASAR, Balifactualnews.com – Guna merekrut fighter sebagai penghuni Pelatihan Nasional (Pelatnas), Pengurus Besar (PB) Muaythai Indonesia (MI) bakal menggelar seleksi nasional (seleknas) yang rencananya dilakukan pada awal Desember 2022 mendatang. Seleknas dengan arah Pelatnas itu guna merekrut fighter terbaik yang disiapkan dalam pelatnas untuk even-even internasional ke depannya.
Seperti diutarakan Litbang PB MI I Wayan Suwita di ruangan Binpres KONI Bali, seleknas baru bisa dijalankan pada bulan Desember karena beberapa provinsi akan menggelar hajatan Porprov, beberapa diantaranya Bali dan Jawa Barat.
“Nanti pengprov menentukan berapa dan siapa yang ditunjuk untuk mengikuti seleknas itu. Karena kuota dibebaskan, jadi kami harapkan seluruh pengprov harus jeli menentukan wakilnya, terutama faktor umur maupun jam terbangnya,” kata Suwita yang juga Sekretaris Umum (Sekum) Pengurus provinsi (Pengprov) MI Bali itu, Selasa (11/10/2022).
Sedangkan untuk tempat seleknas lanjutnya, masih belum ditentukan. Saat ini masih dikoordinasikan antara dua tempat yakni di Jakarta ataupun di Subang, Jawa Barat. Bali sendiri ditekankan Suwita berencana mengirim 8-10 fighter putra-putri Bali di dua kategori yakni fighter dan seni. Jumlah itu rencana akan dipantau dari hasil Porprov Bali mendatang.
“Sejatinya sudah kelihatan siapa wakil Bali merujuk dari Bupati Cup di Klungkung, sparing dengan tim Bekasi dan Subang beberapa waktu lalu. Sehingga tinggal dibuktikan saja di Porprov Bali apakah masih konsisten,” sebut Suwita.
Meski demikian, fighter Bali Luh Mas Sri Diana Wati asal Buleleng dipastikan akan dipanggil untuk ikut seleknas. Luh Mas versi Suwita mendapat keistimewaan atas prestasi medali perak yang telah disabet di PON XX/2020 Papua lalu.
“Di luar pengprov yang menentukan, PB MI juga melakukan talent scouting kepada atlet yang berprestasi di ajang PON 2020 lalu. Dan Luh Mas dipastikan ikut seleknas itu karena dia mendapat medali perak di waikru (seni) putri,” demikian Suwita. (ena/bfn)













