Gempa 4,8 M Goncang Bali,  3 Orang Meninggal Dunia

banner 120x600
HbBocah usia 5 tahun asal Banjar Dinas Jati Tuhu Desa Ban, Kecamatan Kubu,  Kabupaten Karangasem meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan akibat guncangan gempa 4,8 M  yang mengguncang Bali pagi tadi.

KARANGASEM,Balifatuanews.com—Gempa tektonik berkekuatan 4,8  Magnitodo mengguncang Bali, Sabtu 16 Oktober 2021, dini hari tadi. Gempa berpusat di barat laut Kabupaten Karangasem dengan kedalaman 10 km. Getaran terdahsyat di rasakan di dua  kabupaten, yakni Kabupaten Karangasem dan Bangli, hingga memunculkan tiga orang korban nyawa.

Baca juga : 1 Tewas, Gempa Tektonik 4,8  M Rusak Puluhan Rumah dan Pelinggih Pura di Karangasem

Di Bangli, dilaporkan dampak gempa terparah ada di wilayah Desa Terunyan. Dilaporkan goncangan gempa bumi tidak saja membuat rumah warga hancur, juga membuat dua orang warga meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten  Bangli, Agus Sutapa, mengatakan, sebelumnya memang ada 5 KK atau 4 orang jiwa yang tertimbun, longsoran, namun berhasil diselamatkan tim (sudah di evakuasi ke Puskesmas terdekat). Sedangkan 4 jiwa lainnya berhasil menyelamatkan diri masing-masing.

“Jadi yang meninggal dunia akibat dampak gempa dua orang, bukan 4 orang,” tegasnya, Agus Sutapa, seraya menambahkan, bahwa  ada tiga titik longsoran dari bukit Abang menuju lokasi kejadian, sehingga proses evakuasi dilakukan melalui jalur danau Batur.

Sementara itu, di gempa yang dirasakan di Karangasem, dampak terparah dialami warga Desa Ban, Kecamatan Kubu Karangasem.  Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Arimbawa, mengatakan,  laporan awal 1 orang warga  berusia 3 tahun asal Dusun Jati Tuhu dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan rumah yang ambruk digoncang gempa bumi.

“Ya laporan awal, dampak gempa selain menyebabkan puluhan bangunan rusak berat, juga memunculkan 1 korban jiwa dan tujuh orang mengalami patah tulang. Korban patah tulang  sudah berhasil dievakuasi ke Puskesmas terdekat dan RSUD Karangasem. Untuk data lebih lengkapnya nanti akan di infokan lagi,” terang IB Arimbawa.

Petugas Polsek Kubu, mendata kerusakan Candi Bentar Pura Puseh Banjar  Kaliaga, Desa Ban yang roboh akibat goncangan gempa

Dampak gempa bumi, kata terdapat puluhan rumah   warga Desa Ban mengalami kerusakan cukup parah.  Dia merinci, di Banjar Darmaji terdapat rumah warga yang mengalami kerusakan parah, Banjar Kaliaga Pura Puseh mengalami kerusakan berat. Di Banjar Cegi candi bentar dan tiga rumah warga roboh dan satu rumah warga di Desa Ban mengalami kerusakan.

Sedangkan di Banjar Dinas Daya selain rumah warga mengalami kerusakan, akses jalan  dari Tianyar menuju  Kecamatan Rendang juga terputus akibat tertutup longsor. “Ingat ini baru data awal,  perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan nanti,” pungkas IB Arimbawa. (tio/bfn)