Gempa M6,2 Guncang Majene dan Mamuju, 34 Orang Meninggal, Ratusan Warga Luka-Luka

Salah satu bangunan yang hacur diguncang gempa berkekuatan M6,2 di Mamuju dan Majene, Provinsi Sulawesi Barat

JAKARTA, Balifactualnews.com – Korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 yang terjadi di  Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Porvinsi  Sulawsi Barat, Jumat (15/1/21),  seiktar pukul 01.28 WIB sebanyak 34 orang. Rindiannya 26 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 8 orang di Kabupaten Majene.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati, mengatakan, Data Pusat Pengendali Operasi BNPB juga mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 15.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene.

“BPBD Majene dan Mamuju masih terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan. Sedangkan kerusakan bangunan di Kabupaten ini mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene – Mamuju,” ungkanya.

Selanjutnya, kata dia, terdapat 10 titik lokasi pengungsian di Kabupaten Majene, antara lain di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua yang terdapat di Kecamatan Ulumanda, Kecamatan Malunda serta Kecamatan Sendana. Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat lima titik pengungsian yang berada di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

“Sampai saat ini jaringan listrik juga masih padam dan komunikasi selular di Mamuju dan Majene tidak stabil,” jelasnya.

Dikatakan, Kepala BNPB Doni Monardo bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini sudah melakukan melakukan peninjauan ke lokasi terdampak gempa bumi  di dua kabupaten itusesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Sampai saat iniBNPB turut mendistribusikan bantuan dalam penanganan bencana gempabumi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene,  berupa 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA,” pungkas Raditya Jati. (lis/bfn).