Guru Pandu: Jangan Biarkan Jejak Perjuangan Hilang

guru-pandu-jangan-biarkan-jejak-perjuangan-hilang
Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu) melepas peserta Pelacakan/Napak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai di Lapangan Dusun Pemuteran, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Sabtu (15/8), dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Jejak perjuangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai kembali dikenang dari Desa Pempatan, Kecamatan Rendang. Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa atau Guru Pandu, Sabtu (15/8), melepas peserta Pelacakan/Napak Tilas Perjuangan di Lapangan Dusun Pemuteran.

Kegiatan yang dihadiri Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Karangasem. Peserta diajak menyusuri kembali jejak perjuangan sekaligus mengenang pengorbanan para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan.

Guru Pandu menegaskan, napak tilas bukan sekadar kegiatan berjalan kaki atau seremoni tahunan. Kegiatan ini harus mampu menjadi ruang pembelajaran sejarah sekaligus menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda.

“Napak tilas ini bukan hanya tentang menyusuri jalan yang pernah dilalui para pejuang. Yang paling penting adalah bagaimana kita memahami semangat, keberanian dan pengorbanan mereka. Nilai-nilai itulah yang harus kita bawa dalam kehidupan sekarang,” kata Pandu.

Menurutnya, generasi saat ini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda. Jika para pejuang dahulu mempertaruhkan nyawa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka perjuangan generasi sekarang diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Dulu para pejuang mengangkat senjata dan mempertaruhkan jiwa raganya. Sekarang kita tidak lagi berperang dengan senjata. Perjuangan kita adalah bagaimana membangun daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Pempatan dipilih bukan tanpa alasan. Desa tersebut memiliki nilai historis dalam perjalanan perjuangan di Karangasem. Dari wilayah ini lahir I Wayan Rahat, salah satu pejuang asal Karangasem yang turut berjuang bersama pasukan I Gusti Ngurah Rai.

“Pempatan memiliki sejarah perjuangan yang kuat. Ada putra daerah, I Wayan Rahat, yang ikut berjuang bersama pasukan I Gusti Ngurah Rai. Ini harus kita kenalkan kepada anak-anak kita, supaya mereka tahu bahwa Karangasem juga memiliki putra-putra terbaik yang berjuang untuk kemerdekaan,” tutur Pandu.

Ia berharap kegiatan napak tilas tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi sarana untuk merawat ingatan sejarah di tengah masyarakat.

“Jangan sampai generasi muda kita hanya tahu nama I Gusti Ngurah Rai, tetapi tidak memahami nilai perjuangan yang beliau wariskan. Sejarah harus kita hidupkan, kita ceritakan dan kita tanamkan kepada generasi penerus,” tegasnya.

Guru Pandu juga mengajak seluruh peserta menjadikan perjalanan napak tilas sebagai momentum memperkuat persatuan dan gotong royong.

“Semangat para pahlawan adalah keberanian, persatuan dan pengorbanan. Nilai itu masih sangat relevan. Mari kita lanjutkan perjuangan mereka dengan menjaga persatuan, bekerja dengan tulus dan bersama-sama membangun Karangasem,” pungkasnya.

Pelepasan napak tilas tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Karangasem. Dari Pempatan, pesan perjuangan kembali ditegaskan kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk terus mengabdi dan membangun negeri. (ger/bfn)

Exit mobile version