Hidup Sendiri, Kakek Renta Tak Mampu Lagi Bekerja

KARANGASEM, Balifactualnews.com –  Seorang kakek tua renta hidup seorang diri di tengah kebun salak miliknya. Kakek I Ketut Pande Sriasih 74 tahun, asal Banjar Dinas Pengawas, Sibetan, Bebandem, ini tinggal di sebuah rumah sempit dengan kondisi sangat sederhana.

Kakek ini sehari-hari berkebun dan membuat pisau. Namun kini dirinya tak dapat bekerja lagi. Sejak kedua istrinya meninggal kakek Pande hanya tinggal sendiri. Kakek Pande sendiri mempunyai lima orang anak tapi empat diantaranya telah meninggal. Beruntung anak ketiganya menikah di dekat rumahnya. Hingga sewaktu-waktu bisa melihat si kakek.

Menurut Komang Sunarti 40 tahun, yang juga anak kakek Pande mengatakan jika sejak tiga bulan lalu ayahnya mengalami sesak yang kadang kambuh dan sempat juga dirawat di rumah sakit. Hal tersebut membuat Kakek Pande kini tak dapat bekerja lagi. “Sejak tiga bulan lalu tak bisa bekerja lagi,” ujar Sunarti. Beruntung sang kakek memiliki JKN-KIS sehingga biaya perawatannya bisa ditanggulangi.



Rumah kakek Pande berada di antara kebun salak miliknya. Luasnya tak seberapa. Sebelum sakit kebun inilah yang ia kelola. Penghasilan yang didapat dari kebun ini juga tidak seberapa. Hanya menghasilkan 30 sampai 50 ribu sekali panen. Itupun disaat musim salak.

Kini untuk tambahan biaya sehari-hari kakek Pande hanya mengandalkan berjualan pisau yang ia buat sendiri. “Satu pisau ini dibuat selama tiga hari,” ujar kakek Pande. Pisau buatannya dijual di pasar tradisional terdekat dengan harga 15 sampai 25 ribu.

“Itupun kalau langsung laku, kalau tidak besoknya di jual lagi,” tambahnya. Sementara itu Kawil setempat mengatakan jika Kakek Pande sudah mendapat perhatian dari pemerintah setempat.
Hal senada juga diungkapkan oleh Made Beru Suryawan “Kakek Pande juga sering dikasi bantuan dari Pemdes,” ujarnya.

Sementara itu sejumlah relawan muda seperti dari Eastribution, sebuah relawan yang bergerak di bidang kemanusiaan, Minggu (19/1/20) menyempatkan diri mengunjungi kakek Pande untuk sedikit memberi bantuan berupa uang tunai. “Kami sengaja datang untuk mengetahui kondisi kakek yang sudah tak bekerja lagi semoga bantuan yang kami beri bermanfaat untuk kakek,” ujar Undish Ketua Eastribution Karangasem.(ani/ger)