Hikmah Pebulutangkis Bali Tembus 16 Besar di Piala Presiden

hikmah-pebulutangkis-bali-tembus-16-besar-di-piala-presiden
Manajer tim bulutangkis Bali di Piala Presiden lalu, IGB Arya Candra Palasara. (Foto : bfn/ist)
banner 120x600

DENPASAR,Balifactualnews.com– Banyak hikmah diperoleh para pebulutangkis putra dan putri muda Bali yang turun di Kejuaraan Bulutangkis bertitel Piala Presiden yang digelar di Jakarta dan berakhir baru-baru, dengan hasil terhenti di babak 16 besar. Setidaknya hikmah dan evaluasi yang kelihatan yakni para pebulutangkis muda Bali itu masih minim jam terbang bertanding di level nasional.

Menurut Sekretaris Umum (Sekum) Pengrov PBSI Bali yang juga manajer tim bulutangkis Bali untuk Piala Presiden lalu, IGB Arya Candra Palasara, disamping pebulutangkis Bali kurang jam terbang di level nasional juga karena rivalnya merupakan para pebulutangkis tangguh.

“Pebulutangkis rival kan memang rutin mengikuti kejuaraan level nasional yang digelar baik di daerahnya maupun di luar daerahnya. Para rival itu diantaranya Jakarta Barat dan DKI Jakarta dimana pebulutangkisnya memang jarang absen ikut kejuaraan level nasional itu,” papar Candra Palasara di Denpasar, Senin (8/8/2022).

Kendati begitu, dengan mengikuti Piala Presiden itu lanjut pria yang akrab disapa Tu Gus itu bekal mengikuti Piala Presiden bisa dijadikan ajang pemanasan sebelum turun di Porprov Bali XV/2022 bagi para pebulutangkis yang mewakili kabupaten/kota di Bali.

“Seandainya ada pebulutangkis di Piala Presiden itu meraih medali emas tapi tetap akan kami seleksi jika nantinya akan membentuk tim pra-PON bulutangkis tahun depan. Pasalnya, sudah kesepakatan antar PBSI kabupaten/kota untuk itu semua tetap aka nada seleksi,” tambah Tu Gus.

Disebutkannya, semua itu karena batasan usia di PON nanti yakni U-21. “Tapi tetap saja untuk pra-PON akan ada seleksi karena di Piala Presiden lalu karena pebulutangkis Bali yang turun maksimal berusia 16 tahun,” demikian Tu Gus yang juga Ketua Umum Pengkab PBSI Tabanan tersebut. (ena/bfn)