Jelang IBTK, Seorang WNA Tutup Usia di Gunung Agung

Jelang IBTK, Seorang WNA Tutup Usia di Gunung Agung
Seorang pendaki yang diguga warga negara asing (WNA) ditemukan meninggal dunia di lereng puncak Gunung Agung dengan ketinggian 28.00 mdpl, Selasa (12/3/2024)

KARANGASEM, Bali Factual News-Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem sudah melakukan penutupan jalur pendakian ke puncak Gunung Agung, menjelang Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh. Kendati pendakian ditutup, namun tetap saja ada warga yang nekat melakukan pendakian. 

Ditemukannya seorang  warga yang WNA meninggal dunia di Puncak Gunung Agung, Karangasem, Bali Selasa, (12/3), menjadi bukti bahwa  warga secara diam-diam melakukan pendakian ke puncak Giri Tohlangkir. 

Meninggalnya   seroang pendaki yang belum diketahui identitasnya, tersebar luas di media sosial.  Memastikan  informasi itu, dua orang pemandu lokal langsung naik ke Gunung Agung. Setelah sampai pada titik koordinat seperti yang di informasikan, kedua pemandu itu kemudian memastikan bahwa kabar adanya pendaki yang meninggal dunia benar adanya dengan posisi di ketinggian sekitar 2800 mdpl.

Ketua Forum Pemandu Wisata pendakian Gunung Agung, I Ketut Mudiada ,juga membenarkan adanya pendaki yang meninggal dunia di kawasan lereng Gunung Agung. 

Hanya saja, hingga berita ini ditulis belum diketahui penyebab  tewasnya pendaki di lereng Gunung Agung. Sementara, informasi menyebutkan bahwa pendaki tersebut diduga adalah seorang WNA.

Ketika dihubungi, Mudiada mengaku sedang dalam persiapan untuk bergabung bersama tim SAR dalam proses evakuasi jenazah pendaki tersebut melalui jalur Pengubengan, Besakih.  ” Benar ada pendaki yang meninggal di lereng Gunung Agung, Saat ini saya masih persiapkan perlengkapan dan logistic untuk partisipasi evakuasi ke Pengubengan. Perkembangan selanjutnya nanti akan saya informasikan lagi,” pungkas Ketut Mudiada. (tio/bfn)