Kapolres Akan Awasi Semua Kawasan Yang Timbulkan Masalah


KARANGASEM, Balifactualnews.com – Galian C merupakan kawasan yang perlu di waspadai. Tak hanya banyak kerawanan yang ditimbulkan juga masalah sosial dan lingkungan dapat terjadi disana. Salah satunya kerusakan lingkungan, narkoba sampai pelacuran.

Peredaran narkoba sendiri di lingkungan galian tak bisa dibantahkan. Begitu juga masalah lingkungan sebab masih banyak galian C yang ada di kawasan Bandem dan Selat belum memiliki ijin. Hal tersebut tentunya menjadi perhatian Kapolres Karangasem.

“Banyak kerawanan yang bisa terjadi, tentunya akan kita terus awasi,” ujar Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini didampingi Wakapolres Karangasem Kompol Aris Purwanto SH, SIK, MH.

Kasat Reskrim Polres Karangasem juga menambahkan jika saat ini galian C sedang menjadi perhatian Pemkab Karangasem. Bahkan untuk galian yang tak berijin juga sudah menjadi bahasan DPRD Karangasem. Pemerintah pun telah memberikan kesempatan untuk semua pengusaha galian agar mengurus ijin usaha mereka. Cuma masih ada kendala soal sertifikat tanah. Hal tersebut pun telah mendapat bantuan dari pihak BPN.

Selain itu pengamanan di kawasan pariwisata juga menjadi salah satu fokus dari Kapolres. Pihaknya ingin memberikan rasa aman dan nyaman di kawasan pariwisata. Sehingga tamu yang datang merasa aman ada di Karangasem.

Sementara itu dari tahun-tahun sebelumnya tahun 2019 ini kriminalitas di Karangasem mengalami penurunan. Tetapi pengamanan dan antisipasi tetap dilakukan. Kapolres malah mengatakan jika aksi gantung diri malah meningkat. Polres sendiri belum mengetahui apa sebab angka gantung giri menjadi tinggi. “Mungkin faktor ekonomi dan sakit menjadi pemicunya,” tambahnya.

Sementara untuk pengamanan tahun baru polres Karangasem telah siaga. Namun pihaknya berharap warga Karangasem tetap menjaga agar suasana tetap kondusif. Sementara untuk miras jelang tahun baru ini tetap menjadi perhatian khusus.

Pelabuhan rakyat Padangbai juga tak kalah mendapat perhatian. Sebab pelabuhan rakyat tersebut kerap dijadikan jalur narkoba ke Gili Trawangan, Lombok dan Bali. (ani/ger)