Kasasi Dikabulkan, Tiga Terdakwa Korupsi PNPM-MP Rendang Dieksekusi

kasasi-dikabulkan-tiga-terdakwa-korupsi-pnpm-mp-rendang-dieksekusi
Terdakwa Ni Nengah Sutami (51), Ni Luh Ade Budiyawati (44), dan I Made Gunarta (47), saat dieksekusi ke Lapas Klas II B Karangasem.
banner 120x600

KARANGASEM,Balifactualnews.com—Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem, melakukan eksekusi terhadap tiga orang terdakwa perkara korupsi  berjamaah  pada Unit Pengelolaan Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan  Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP),  Kecamatan Rendang, Karangasem tahun 2014-2016 senilai Rp1,9 miliar, Rabu (7/12/2022).

Ketiga terdakwa yang di eksekusi dan dijebloskan ke penjara, yakni Ni Nengah Sutami (51), Ni Luh Ade Budiyawati (44), dan I Made Gunarta (47). Sebelumnya pada sidang tingkat pertama di Pengadilan Tipikor, Denpasar, majelis hakim  dengan ketua Heriyanti SH.MH, memutuskan tiga anggota tim verifikasi PNPM-MP Kecamatan Redang ini dibebaskan dari segala tuntutan hukum.

Selain membebaskan anggota tim verifikasi tersebut, hakim Hariyanti dkk juga membebaskan empat orang terdakwa lainnya, yakni I Wayan Sukarta (Ketua tim verifikasi di UPK Kecamatan Rendang),  I Wayan Suwita, Ni Nyoman Wiastuti dan Ni Luh Suryani,53, (anggota tim verifikasi).

Kajari Karangasem Dr Endang Tirtana SH.MH, melalui Kasi Intel I Dewa Gede Semara Putra SH dan Kasispidsus Matheos Matulessy SH, membenarkan telah mengeksekusi ketiga terdakwa   tersebut.  Dia mengatakan, eksekusi dilakukan karena upaya kasasi yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dikabulkan Mahkamah Agung.

“Putusan kasasi sudah keluar  1 November 2022, namun salinan putusan dari  PN Amlapura baru kami terima per 1 Desember, dan hari ini  ketiga terdakwa langsung  dieksekusi untuk ditahan di Lapas Klas II B Karangasem,” terang Semara Putra.

Putusan kasasi Mahkamah Agung menyebutkan, perbuatan para terdakwa terbukti dalam dakwaan subsider jaksa, namun tidak merupakan tindak pidana korupsi. Atas perbuatannya  itu, Hakim Agung memvonis Ni Nengah Sutami (51), Ni Luh Ade Budiyawati (44), dan I Made Gunarta (47) masing-masing dengan hukuman pidana selama 2 tahun penjara, denda Rp50 juta, subsider 1 bulan kurungan.

Terungkap dalam sidang para terdakwa ini bertugas sebagai tim verifikasi penerima bantuan dana bergulir Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPKK) PNPM-MP tahun 2014 sampai dengan 2016 Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem. Para terdakwa dinilai tidak melaksanakan tugas dengan baik dan tidak mengecek satu per satu terhadap kebenaran nama kelompok SPP.

Bahkan dalam beberapa kali turun mengecek, tim verifikasi tidak pernah detail mencari nama dan mencocokkan dengan KTP orang-orang yang tercatat dalam proposal. Para terdakwa tidak mengecek tempat usaha nama-nama yang ada di proposal, terdakwa hanya melakukan verifikasi  berdasarkan pengakuan lisan dari orang-orang yang dihadirkan oleh Ketut Wartini (terdakwa dalam berkas terpisah dan  sudah divonis 2 tahun penjara).

Pengawas UPK Rendang ketika melakukan pemeriksaan mendapatkan data seluruh dana tersebut tidak ada yang digunakan untuk kegiatan Kelompok SPP, dan diberikan pada pihak atau nama-nama yang mengajukan proposal. Melainkan digunakan sendiri oleh Wartini untuk membayar cicilan utang UPK sebelumnya.

Atas runyamnya kasus itu, I Gusti Made Muliawan selaku Ketua BKAD Rendang melapor ke polisi. Modus yang sama dilakukan tiga terdakwa  di antaranya Ni Nengah Sutami, Ni Luh Ade Budiyawati, I Made Gunarta. Mereka sebagai tim verifikasi untuk Desa Pempatan dan Desa Besakih. (tio/bfn)