KARANGASEM, Balifactualnews.com—Kasus pengeroyokan melibatkan 8 orang pemuda di Pos Portal Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, berbuntut panjang. Ada upaya kasus itu akan ditempuh jalan damai, namun pihak keluarga korban I Putu Arsana, menolak dan melanjutkan kasus itu untuk diproses secara hukum.
Alasan kasus itu tidak mau “ditutup”, selain untuk meredam kegaduhan yang sering terjadi, juga untuk memberikan epek jera kepada pelaku. “Ya, perwakilan keluarga pelaku sempat menyampaikan permohonan maaf dan meminta kejadian itu tidak dilanjutkan ke proses hukum. Tapi keluarga besar kami menolak dan tetap melanjutkan kasus itu sesuai proses hukum yang ada,” kata I Wayan Ardana, orang tua korban, Senin (17/10/2022).
Baca Juga: Leher Ditikam Sangkur, Putu Arsana Dilarikan ke Rumah Sakit
Kasus pengeroyokan pada Sabtu (15/10/2022) malam yang berujung penusukkan pisau sangkur pada pada leher dan bahu anaknya, kata Ardana, membuat Putu Arsana sampai saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Bali Med, Karangasem. Menurut Ardana, anaknya tidak ada persoalan dengan kedua pelaku, yakni, IKS alas TN (20) dan IKS (18) keduanya asal Banjar Yehe, Desa Sebudi.
“Anak saya hanya mau mengklarikasi Chat WA Kadek Dwi dengan kalimat melecehkan, tiba-tiba dua pelaku bersama 6 orang pemuda lainnya mengeroyok anak saya di Pos Portal,” kata Ardana.
Sebelum kejadian, kata Ardana, anaknya hendak mencari Kadek Dwi—pemuda satu banjarnya untuk menanyakan chatnya dengan kalimat kotor itu di Pos Portal. Sayangnya yang dicari tidak ada di tempat. Tapi saat anaknya sedang ngobrol di Pos Portal, tiba-tiba HP nya ditendang oleh salah seorang pelaku. Tak berselang lama, tiba-tiba pelaku yang lain membacok leher korban dari belakang. Tak cukup sampai disana pelaku juga membacok punggung dan bahu korban.
“Anak saya tahu siapa yang melakukan pembacokan itu. Kami berharap Polisi mengungkap kasus ini secara terang benderang,” kata Ardana.
Sementara itu, Polsek Selat yang menangani kasus itu masih terus mengembangkan motif penusukan terhadap korban tersebut. Sejauh ini polisi baru mengamankan sebilah pisau sangkur yang ditemukan di semak-semak pinggir jalan, berjalan 50 meter dari Pos Portal Desa Sebudi.
“Sabar ya, saat ini kami masih memeriksan beberapa saksi terhadap kasus ini. Sebelumnya, petugas juga sudah melakukan olah TKP termasuk TKP rumah Pak Ketut Sulia yang dijadikan tempat bersembunyi korban Putu Arsana,” kata Kapolses Selat AKP Bambang Hariyanto. (tio/bfn)













