Utama  

Kisruh Tapal Batas Jasri-Perasi Berakhir Happy Ending

 

 

 

 

DAMAI-Prajuru Desa Adat Jasri Kelurahan Subagan, Karangasem dan Prajuru Desa Adat Perasi, Desa Pertima Karangasem  menandatangani kesepakatan damai yang di saksikan Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini SIK dan Ketua MUDP Karangasem I Wayan Artadipa usai mediasi, Kamis (19/3/20) sore tadi (foto: Ist)

KARANGASEM Balifactualnews.com—Kisruh persoalan tapal batas antara Desa Adat Jasri, dengan Desa Adat Perasi, Kecamatan/Kabupaten Karangasem , yang sempat memunculkan ketegangan, Kamis (19/3/20)  berujung Happy Ending. Itu terjadi berkat kesigapan Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini SIK.MM.Tr melakukan langkah mediasi. Mediasi  berlangsung allot, selain dihadiri prajuru desa adat  kedua pihak, juga dihadiri Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Karangasem dan Majelis Madya Desa Pakraman Kabupaten Karangasem , serta Kapolres Karangasem selaku fasilitator berlangsungnya mediasi yang digelar di Aula Tribrata Polres Karangasem tersebut.

Dalam mediasi itu, baik pihak Desa Adat Jasri dan Desa Adat Perasi bersepakat untuk berdamai. Sedikitnya ada delapan poin yang menjadi kesepakatan dalam pertemuan  tersebut.  Diantaranya Desa Adat Jasri dapat menggunakan rute atau jalan untuk prosesi upacara Ngusaba Nini yang dilaksanakan dari Tanggal 19 Maret 2020 hingga tanggal 17 Mei 2020, termasuk memasang kelengkapan upacara, Penjor, Banner (informasi Upacara Ngusaba Nini), dimana kelengkapan tersebut tidak sebagai penanda Tapal Batas Desa Adat.  Sedangkan terkait  tapal batas kedua pihak sepakat untuk mengikuti proses dan dan keputusan  dari MMDP Karangasem  atau MUDP Bali, termasuk penghapusan segala tanda-tanda yang dibuat oleh pihak lain.

Kesepakatan juga memuat  tentang upacara Ngatag Nyerit yang dilaksanakan 21 Maret 2020, yang poinnya  semua krama Hindu yang tinggal di wilayah Desa Adat Jasri tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan “Meron Busung” (maturan canang lekesan dan melaksanakan kegiatan Panca Yadnya) hingga hari Selasa tanggal 24 Maret 2020.

Kesepakatan  tersebut langsung ditandatangani Bendesa Adat Jasri, Kelurahan Subagan  Nyoman Mawi Yudistira dan Bendesa Adat Perasi, Desa Pertima, I Nengah Suwastika. Sedangkan Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini dan Ketua MMDP Karangasem   yang juga Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa juga ikut menandatangani kesepakatan tersebut.

Usai penandatanganan kesepakatan itu, Kapolres  menghimbau agar kedua pihak mematuhi nota kesepakatan  yang sudah dibuat dan tidak membuat hal hal yang dapat mengganggu Kamtibmas. “Jangan buat ribut lagi , apalagi sampai turun ke jalan. Kalau ada hal-hal yang perlu disampaikan segera  sampaikan ke Polres atau langsung  menghubungi saya,” ucap perwira asal Desa Lembeng, Sukawati Gianyar itu.

Sebelumnya, kisruh tapal batas  berawal dari t Penjor yang dipasang dalam rangka pelaksanaan upacara Ngusaba Nini ini diduga dicabut oleh oknum dari Desa Adat Perasi. Tak terima dengan pencabutan penjor tersebut, sekitar pukul 10.30 Wita masyarakat Desa Adat Jasri yang berjumlah sekitar 1500 orang  turun kejalan, berupaya untuk melakukan penutupan jalan.  Tapi langkah sigap aparat kepolisian, membuat kisruh tersebut tidak sampai memunculkan bentrok fisik.

Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini langsung memimpin pasukan untuk menenangkan  masyarakat Jasri yang saat itu sedang emosi, dengan melakukan langkah penyekatan di lokasi perbatasan Banjar Sampiang  dengan Desa Adat Perasi. Itu dilakukan untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan. Didampingi Wakapolres Karangasem Kompol Aris Purwanto, SH, SIK, M.H,  dan petinggi Polres lainnya, kisruh masa akhirnya berhasil ditenangkan. (ger/son/bfn)