Kremasi Warga Meninggal, Desa Adat Dukuh Penaban Uji Coba SOP Penanganan Covid-19

Desa Adat Dukuh Penaban, Kabupaten Karangasem , memberlakukan SOP protokol kesehatan  untuk kremasi dan memandikan warga yang meninggal dunia bukan karena Covid-19 dengan menggunakan APD Lengkap. (foto:ist)

KARANGASEM, Balifactualnews.com — Desa Adat Dukuh Penaban, Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Karangasem, terus membuat inovasi dalam melindungi warganya dari paparan virus Corona. Selain terus mengedukasi warga akan pencegahan penyebaran wabah dan memberikan pelayanan cek kesehatan gratis kepada kaum lansia, penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam prosesi kremasi (upacara menkingsan ring gni Red), bagi warga yang meninggal juga  wajib dilakukan.

Hal itu terlihat saat prosesi kremasi salah seorang warga yang meninggal dunia bukan karena Covid-19,  di kuburan desa adat setempat, Senin (27/7/20) sore tadi.  Penggunaan APD lengkap itu, wajib  dipakai oleh keluarga yang memandikan Jenazah hingga ke lokasi kremasi. Sedangkan pemberangkatan jenazah diatur dengan jarak yang sudah ditentukan.

Bukan hanya itu, warga yang datang juga   memberikan doa secara bertahap, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah. Doa untuk warga yang akan dikremasi diawali dari keluarga inti,kerabat dan pelayat lainnya dipandu oleh jro mangku Prajapati. Sedangkan untuk menghindari kerumunan,  warga yang hadir dalam prosesi kremasi tersebut juga diberikan acara bebas untuk tidak  berlama-lama berada  dilokasi kuburan.

“Ini baru sebatas uji coba, tapi penggunaan APD lengkap dalam kremasi warga meninggal akan kita laksanakan sampai   kondisinya benar-benar membaik,” kata Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19, Desa Adat Dukuh Penaban, I Nengah Sudana Wiryawan.

Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya, yang hadir  dalam prosesi kremasi warganya yang meninggal,  sangat mengapresiasi upaya yang di lakukan Satgas Gotong Royong Penanganan  Covid-19 yang ada di desanya.  Melihat  pandemic Covid-19 yang belum berkesudahan, pihaknya berencana akan membuatkan SOP  untuk setiap ada kematian warga di Desa Adat Dukuh Penaban  agar yang mengacu pada protokol kesehatan.

“Uji  coba ini sangat bagus, dan masyarakat yang hadir juga sangat tertib dalam  mematuhi  protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah,” ucap Suarya.

Dalam memandikan jenazah (bukan karena Covid-19), kata Suarya  perlu juga melindungi diri dengan APD lengkap. “Jika uji coba ini ternyata hasilnya baik dan diterima oleh warga, maka  kita akan berlakukan SOP . Pengadaan APD  bisa kita  gunakan melalui dana abadi  milik krama adat,” jelasnya.

Turut hadir dalam uji coba tersebut Babinkambtibmas Kelurahan Karangasem,  Aiptu I Wayan Suardana Putra dan Babinsa Koramil Karangasem,  Koptu I Nyoman Sumantra. (tio/bfn)