KLUNGKUNG – Kemarau panjang membuat beberapa petani di Nusa Penida resah. Kondisi curah hujan yang minim, membuat petani di Desa Batumadeg, Nusa Penida tidak bisa menanam palawija. Kondisi ini membuat mereka hanya mengandalkan hidup dengan memelihara ternak.
Kelihan Subak Abyan Moncong Berbunga Desa Batumadeg, I Nyoman Suryawan menjelaskan, kondisi kekeringan yang terjadi 2 bulan terakhir. Kondisi ini membuat petani setempat tidak bisa menanam palawija, yang selama ini menjadi komoditi di desa setempat.
“Sudah dua bulan ini, kami tidak bisa bercocok tanam. Seusai panen singkong, sudah tidak ada curah hujan lagi. Sehingga kami tidak dapat menanam palawija,” ujar Kelihan Subak Abyan Moncong Berbunga, Nyoman Suryawan.
Baca :
- Kementrian BPIW-PUPR Kembangkan Kawasan Pedesaan di Klungkung
- Mimih…Sabetan Celurit Warnai Festival Seririt Berbudaya
- Berpartisipasi Aktif Dalam Pembangunan, Ketua PKK Klungkung Terima Penghargaan Nasional
Ia menjelaskan, sebenarnya petani setempat sudah siap dengan lahan garapan untuk menanam kacang, jagung, dan ketela pohon. Namun tidak kunjungnya ada curah hujan datang sehingga membuat harapan petani pupus. Mereka sama sekali tidak bisa memulai musim tanam, dan harus beralih ke sektor lainnya.
“Karena tidak ada aktvitas tegalan, petani setempat lebih fokus untuk memelihara ternak sapi dan babi,” ungkapnya.














