Nyawa I Gede Selamet Tak Tertolong, Korban Pembakaran di Karangasem Meninggal

nyawa-i-gede-selamet-tak-tertolong-korban-pembakaran-di-karangasem-meninggal
Gede Selamet, sopir truk yang dibakar hidup-hidup oleh bos nya saat masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof Ngoerah

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Perjuangan panjang I Gede Selamet, sopir truk asal Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, akhirnya berakhir. Setelah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar parah, Selamet mengembuskan napas terakhir di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, Jumat (25/9).

Kabar duka itu dibenarkan Perbekel Muncan, I Wayan Tunas. Ia mengaku mendapat informasi tersebut langsung dari pihak keluarga.

“Ya benar, saya baru saja dapat kabar dari keluarganya bahwa Gede Selamet telah meninggal dunia,” ujar Tunas saat dikonfirmasi melalui telepon.

Kepergian Selamet menjadi akhir dari perjuangan panjang setelah dirinya menjadi korban pembakaran yang diduga dilakukan oleh bosnya sendiri, I Putu CP (37). Peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan setoran truk.

Akibat kejadian itu, Selamet mengalami luka bakar serius. Ia kemudian dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah untuk mendapatkan penanganan medis dan menjalani sejumlah tindakan selama masa perawatan.

Di tengah perjuangan menyelamatkan nyawa Selamet, keluarga juga harus menghadapi persoalan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Kondisi tersebut kemudian menggerakkan kepedulian berbagai pihak.

Penggalangan dana dilakukan keluarga bersama pemerintah desa, rekan korban dan masyarakat. Bantuan pun terus mengalir untuk meringankan beban keluarga sekaligus menopang biaya perawatan Selamet.

Kepedulian bahkan datang dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bantuan sebesar Rp25 juta disalurkan untuk membantu biaya pengobatan Selamet.
Namun, berbagai bantuan dan upaya medis yang telah dilakukan belum mampu menyelamatkan nyawanya.

Selamet akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Ngoerah. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat Desa Muncan.(tio/bfn)

Exit mobile version