Daerah  

Mencuri untuk Beli Sabu, Donal Dibui 4 tahun

banner 120x600

_________________________

DENPASAR– Terdakwa Donal Firmansyah alias Rian (37) asal Pekan Baru yang melakukan tindak kejahatan pencurian di wilayah Karangasem, harus menerima hukuman penjara yang diputuskan Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar selama 4 tahun penjara.

Namun hukuman yang diketok palu oleh ketua majelis Hakim I Gede Ginarsa,SH.MH untuk kasus narkotika bukanlah kasus pencurian yang dilakukan di wilayah Sidemen Karangasem.

“Untuk kasus pencurian itu dalam berkas yang terpisah dan masuk dalam wilayah hukum daerah Karangasem. Karena lokasi kasus pencurian ada di wilayah sana (Karangasem),” Ujar Tim dari Pusbakum selaku kuasa hukum terdakwa.

Donal tidak hanya dijerat hukuman penjara oleh hakim. Pria kelahiran 12 Maret 1981 ini juga dikenakan pidana denda sebesar Rp.800 juta subsider 4 bulan penjara.

“Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika. Perbuatan terdakwa ini dihukum pidana penjara selama 4 tahun,” ucap majelis hakim Ginarsa.

Setidaknya putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Ni Made Yusmawati,SH yang menjeratnya hukuman 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp.800 juta subsider 4 tahun.

Untuk diketahui terdakwa diamankan Polisi pada 29 Januari 2019 pukul 12.00 Wita dalam perkara pencurian di Karangasem. Ia yang sudah diburu ini diamankan di Jalan Bedugul, Sidakarya Denpasar Selatan saat menginap di hotel Wisata Indah kamar nomor 5A.

Terdakwa yang saat itu baru keluar kamar untuk beli rokok langsung disergap. Saat penggeledahan, justru ditemukan 1 klip plastik berisikan sabu berat 0,50 gram bruto yang diselipkan di dalam dompet pada jok motor.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di kamar tempat terdakwa menginap. Kembali ditemukan 1 klip plastik berisi 4 butir ekstasi logo ‘S’ warna merah muda.
Dari pengakuannya, barang haram itu didapat dengan cara membeli via telepon dari seorang napi di Madium diduga pindahan dari Lapas Kerobokan bernama Wayan Beb.

“Sabu dan ekstasi dibelinya dari seorang napi di Madiun dengan harga satu juta delapan ratus ribu rupiah dan ditransfer lewat ATM,” sebut Jaksa dalam dakwaan.

Diakui terdakwa selama ini uang hasil curian yang dilakukan untuk berfoya foya dengan membeli sabu dan ekstasi. (ibu/tio)