Mengusung Tema Kolaborasi Untuk Inovasi, Bank Urban Rayakan Hari Jadi ke-2

mengusung-tema-kolaborasi-untuk-inovasi-bank-urban-rayakan-hari-jadi-ke-2
Perayaan Hari Jadi Bank Urban Bali yang ke 2
banner 120x600

DENPASAR, Balifactualnews.com – PT. BPR Urban Bali  merayakan  Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-2 dengan mengusung tema “Kolaborasi Untuk Inovasi”. Hari jadi Bank yang dikenal dengan sebutan yang dikenal Bank Urban tersebut tahun ini  jatuh pada tanggal 11 November 2022.

Direktur Utama PT. BPR Urban Bali I Wayan Sukendera menyampaikan, tema tersebut dinilai menggambarkan perjalanan Bank Urban selama 2 tahun dalam menjalin berbagai kolaborasi karena kolaborasi untuk menciptakan inovasi. kolaborasi bukanlah kompetisi maka dengan kolaborasi menyelesaikan misi, visi untuk mencapai prestasi.

Ditambahkannya, hari jadi tersebut menjadi momentum bagi Bank Urban untuk terus membangun dan berkontribusi bagi masyarakat dan pelaku UMKM sehingga Bank Urban dapat menjadi Bank yang kuat, tumbuh secara sehat sehingga menjadi Bank kebanggaan masyarakat Bali.

Sukendera menyebut, elama momen ulang tahun ini juga, Bank Urban telah melaksankan berbagai kegiatan yang mengambil konsep Tri Hita Karana sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat-Nya.

“Kita dapat berkinerja dengan baik hingga hari ini. Mulai dari kegiatan bersih pantai dan menyumbangkan tempat sampah pada tanggal 15 Oktober 2022 sebagai bentuk rasa peduli terhadap lingkungan, lalu pada tanggal 25 Oktober 2022 sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Bank Urban lanjutnya, memberikan sumbangan sembako bagi masyarakat yang terkena bencana banjir bandang di Kabupaten Jembrana, dan yang terakhir sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, seluruh karyawan Bank Urban melaksanakan persembahayangan tirta yatra pada tanggal 29 Oktober 2022.

Puncak acara HUT ke-2 Bank Urban yang dilaksanakan secara sederhana di banking hall kantor Bank Urban pada Jumat, 11 November 2022 dihadiri langsung oleh Pemegang Saham Pengendali Kadek Maharani Kemala Dewi didamping Founder Urban Group Dewa Gede Adiputra serta jajaran dewan komisaris, direksi dan karyawan/ti Bank Urban.

“Sejak awal didirikannya, Bank Urban terus berupaya untuk menjadi industri keuangan yang dapat membantu masyarakat khususnya Bali dengan menyalurkan tambahan modal usaha untuk pelaku UMKM menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat dan nasabah,” ujar Maharani Kemala selaku Pemegang Saham Pengendali PT. BPR Urban Bali.

Dewa Gede Adiputra, Founder Urban Group juga berpesan kepada karyawan Bank Urban agar tetap menjaga kepercayaan masyarakat dengan baik dan mempersiapkan diri untuk tantangan kedepannya.

Sukendera menambahkan, Bank Urban Selama perjalanan 2 tahun ini, Bank Urban telah melaporkan kinerja yang positif dengan posisi aset Oktober 2022 sebesar Rp 144,5 miliar mengalami peningkatan sebesar 626% dari Aset awal saat akusisi November 2020 sebesar Rp 19,9 miliar. Laporan yoy (year on year) mecatatkan posisi aset Oktober 2022 sebesar Rp. 144,5 miliar tumbuh Rp. 74,2 miliar atau 106% dari posisi aset Rp. 70,2 miliar pada bulan Oktober 2021 selanjutnya posisi kredit pada bulan Oktober 2022 sebesar Rp. 105,3 miliar tumbuh Rp. 59,2 miliar atau 128% sedangkan DPK (dana pihak ketiga) tumbuh sebesar Rp. 52,4 atau 86% menjadi Rp. 113,6 miliar pada Oktober 2022 dari Rp. 61,18 miliar posisi Oktober 2021.

Keberhasilan dalam peningkatan ini tidak lepas dari kinerja para karyawan BPR Urban Bali yang begitu luar biasa membangun kerjasama team yang baik sehingga berhasil menurunkan NPL pada posisi Oktober 2021 sebesar 8,04% menjadi 2,74% pada Oktober 2022 dan berhasil mecatatkan laba sebesar Rp 1,7 miliar di Bulan Oktober 2022.

Sukendera juga mengucapkan terima kasih kepada Pemegang Saham yang selalu mensupport perkembangan Bank Urban sehingga pada Agustus 2022 Pemegang saham menambah setoran modal sebesar Rp 7 miliar sehingga total modal setor menjadi Rp 15 miliar, dan modal inti menjadi Rp 17 miliar. Setoran modal ini menjadikan Bank Urban BPR Kegiatan Usaha (BPRKU) 2.

Roadmap Bank Urban akan fokus penguatan terhadap 3 aspek yaitu dari sisi penguatan permodalan, human resource (SDM) dan teknologi informasi agar mampu mengedepankan peran teknologi sebagai pilar aktivitas bisnis. (ger/bfn)