KARANGASEM, Balifactualnews.com – Miris, satu kata ini paling tepat untuk menggambarkan kondisi jalan kabupaten yang luput dari perhatian Pemkab Karangasem. Dibalik kondisi itu, pemerintah setempat malah lebih mengutamakan melakukan pengadaan lampu taman yang menyedut anggaran hingga miliaran rupiah.
Di Desa Ban, Kecamatan Kubu, misalnya. Dari 40 kilometer panjang jalan kabupaten yang ada disana, hampir 50 persen belum mendapat sentuhan dari tangan pemerintah alias belum di aspal. Warga setempat mengaku, kecewa, karena beberapa kali permohonan perbaikan jalan yang diajukan belum direspon pemerintah.
Jalan berdebu dan berkerikil dinilai sangat merusak lingkungan saat musim kemarau seperti sekarang. Sedangkan saat musim hujan, kondisi jalan bak sungai dan air hujan selalu menggenang.
Perbekel Desa Ban, I Gede Tamu Sugiantara, kepada wartawan, Jumat (18/10/2024), mengatakan, jalan dalam kondisi masih bertanah yang ada di desanya sebagian besar menjadi akses utama warga. Infrastruktur tersebut sering dilalui warga untuk ke pasar, dan aktivitas sekolah, Seperti jalan di Banjar Asti, Belong, Darmaji, dan Banjar Manik Aji.
Tamu menjelaskan, panjang jalan kabupaten di Desa Ban mencapai 40 kilometer lebih. Belum di aspal atau kondisi masih belum diaspal (masih bertanah) sepanjang 18 kilometer. Sedangkan jalanan yang rusak tersebar di beberapa titik. Seperti di Banjar Belong, Daya, Dlundungan, dan Banjar Bunga.
“Musim kemarau seperti sekarang ruas jalan tersebut berdebu, Kondisi ini menganggu pejalan kaki dan pengendara yang melintas, serta sangat berdampak pada saluran pernafasan warga. Terutama pengendara motor,” ucap Tamu.
Tamu menegaskan, hampir semua warga mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Mereka meminta agar pemerintah daerah segera perbaiki. Jalan yang belum di aspal, kata Tamu tersebar di semua Banjar. Terbanyak ada di Banjar Jatituhu, Manik Aji, Bunga, Belong, Darmaji, Pucang, Bonyoh, dan Banjar AstiAsti. Sedangkan jalan yang sudah di aspal,kebanyakan dekat area desa dan jalan milik Provinsi.
“Kami berharap pemerintah memprioritaskan perbaikan jalan di Desa Ban. Kami sudah usulkan. Tahun kemarin pemerintah baru melakukan perbaikan hanya di beberapa titik saja. Perbaikan jalan lainnya terpaksa kami lakukan secara swadaya.Seperti jalan di Manik Aji, warga terpaksa bergotong royong. Saya mencarikan semen 100 sak untuk merawat jalan,”imbuh Tamu Sugiantara.
Kepala Dinas PUPR, Perumahan dan Permukiman, Wedasmara, dikonfirmasi, Sabtu (19/10/2024), membenarkan hal itu. Dia mengatakan, beberapa badan jalan di Desa Ban belum diaspal. “Tahun ini (2024) perbaikan baru bisa dilakukan di beberapa titik saja,” jelas Wedasmara.
Sekadar diketahui, Jalan status kabupaten yang kondisinya rusak sekitar 383,55 kilometer atau sebanyak 31,92 persen. Sedangkan sisanya ada yang rusak berat dan rusak ringan, namun masih layak dilalui kendaraan roda dua dan empat.”Tahun ini untuk keseluruhan jalan Kabupaten di Karangasem, kami baru bisa melakukan perbaikan di 37 ruas jalan, sedangkan tahun 2023 perbaikan hanya bisa dilakukan di 22 titik,”jelas Wedasmara. (tio/bfn)













