DENPASAR, Balifactualnews.com – Tak ingin muluk-muluk dan terkesan merendah. Itulah yang ditunjukkan Pengkab Muaythai Indonesia (MI) Klungkung pada Porprov Bali 2022 yang digelar 20-27 November 2022.
Ya, tim ini memang tak mentargetkan berapa jumlah emas yang diraih namun memiliki tekad menjadi kuda hitam. Semua itu seakan tersembunyi karena sejatinya persiapan dan program matang telah diberikan pelatih dengan jauh-jauh bulan dijalankan latihan secara serius.
Pelatih kepala tim muaythai Klungkung, Iwan Setiawan, mengatakan, timnya berkekuatan 11 atlet dengan rincian 8 putra dan 3 putri. Semuanya akan berlaga di 13 kategori baik tarung maupun seni yang dipertandingkan.
“Benar, sejak awal di Porprov Bali kami dari muaythai Klungkung tak memancang target raihan jumlah emas pada Porprov Bali 2022. Namun kami tetap bertekad menjadi pesaing di pentas Porprov nanti. Tapi yang kami lihat sejauh ini rival terkuat masih Buleleng,” jelas Iwan Setiawan saat dihubungi, Selasa (23/8/2022).
Pengalaman itu versinya, mengacu dari hasil di Bupati Cup Klungkung lalu dimana tim muaythai Klungkung sukses sebagai runner-up dengan torehan 8 medali emas. Bahkan kabupaten/kota lain juga menyebut Klungkung diprediksi sebagai kuda hitam di even selevel provinsi.
“Kami tak ingin jumawa tapi kami ingin menjadikan pujian itu sebagai motivasi kami untuk meraih prestasi di Porprov Bali nanti,” tambah mantan pelatih Taekwondo Bali itu.
Terkait persiapan fighternya, Iwan Setiawan menguraikan untuk master plan latihan sudah dirancang mulai bulan Agustus hingga November 2022. Masuk Agustus 2022 ini para atlet digembleng dengan berfokus pada penguatan fisik karena rata-rata fighter Klungkung masih berusia belia yakni 20-16 tahun.
“Dengan umur atlet segitu memang harus ditempa dengan fisik mulai sekarang. Pasalna, muaythai salah satu olahraga beladiri yang keras dan full body contacts. Malah latihannya kami lakukan 4 sampai 5 kali dalam sepekan,” jelasnya
Selanjutnya, memasuki bulan September 2022 konsen ke teknik, taktik dan strategi. Dan bulan Oktober hingga November 2022 sudah memasuki pra-kompetisi dengan lebih banyak penguatan mental dan psikologi fighter.
“Soal kendala kami hanya kesulitan melakoni sparing partner. Memang banyak undangan kejuaraan di luar Bali pada bulan September 2022, tapi kembali ke masalah anggaran. Dengan demikian kami lebih banyak melakukan try in di Bali dengan latih tanding dengan kabupaten maupun kota lainnya,” tandasnya. (ena/bfn)













