Utama  

NasDem Gagal Salip PDIP di Dapil I Karangasem

banner 120x600

________________________________________________________________________________

KARANGASEM — Partai NasDem akhirnya menyerah dari PDIP dalam perebutan kursi di DPRD Karangasem pada Pileg 2019 ini. Dari 45 kursi yang diperebutkan, PDIP sudah berhasil menghantarkan kadernya ke kursi DPRD Karangasem. Jumlah kursi PDIP itu dimungkinkan bertambah, menyusul penghitungan suara melalui data C1 belum final Pertarungan sengit terjadi hampir di semua Dapil dari VI dapil yang ada.

Tapi, pertarungan paling seru justru terjadi di Dapil I Karangasem, yang notabene menjadi basis massa Partai NasDem. Di Dapil I Karangasem, Nasdem menjagokan I Gusti Subagiartha akan mampu mendulang suara signifikan. Estimasi awal 15 ribu suara, disusul tambahan suara dari calon incumbent I Made Juwita. Sayang dalam pertarungan perkiraan torehan suara itu meleset.

Hasil hitung suara sementara, Gusti Subagiartha yang notabene anak Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, hanya mampu membukukan sekitar 6.700 suara pemilih. Sedangkan input data suara partai, NasDem hanya memperoleh 10.860 suara.

Jumlah suara partai tersebut membuat Partai NasDem hanya mampu menghantarkan dua kadernya ke DPRD Karangasem. Kendati ada pergerakan suara dari hasil hitung sementara C1 nanti, toh juga NasDem tidak mampu akan mengejar torehan suara PDIP di Dapil I (Karangasem).


Baca : Jokowi Menang 93 Persen di Karangasem


Sementara itu, militansi kader PDIP di Kecamatan Karangasem teruji pada Pileg 2019 kali ini. Betapa tidak, kendati NasDem memiliki kuasa, namun tetap mampu bertahan menjaga 3 kursi DPRD yang diraih pada pemilu 2014 lalu.

Hasil hitung suara sementara, PDIP menempati ranking teratas dengan membukukan 14.413 suara pemilih. Dengan torehan suara seperti itu PDIP berhasil menghantarkan 3 kadernya yang bertarung di Dapil Karangasem duduk di kursi DPRD.

Ketiga Kader partai yang melenggang menuju kursi empuk Dewan Karangasem itu, satu diantaranya Caleg New Cummer dan dua Caleg Incumbent. Pura asal Seraya Timur disebut-sebut sebagai pendongkrak suara terbanyak di internal partainya, disusul Nyoman Winata dan I Nengah Suparta. (paramitha)